Kuliner Banjarnegara

Mengulik Asal Usul Dawet Ayu Khas Banjarnegara dan Cara Pembuatannya

Bagi masyarakat Kabupaten Banjarnegara, minuman Dawet Ayu pasti sudah tidak asing lagi, bahkan di beberapa daerah Jawa Tengah.

Penulis: Andra Prabasari | Editor: Pujiono JS
tribunbanyumas.com/desta
Penjual es dawet daun kelor, Yanti (33), menunjukkan es dawet yang dijajakan di Jalan Wahid Hasyim, Slawi, Kabupaten Tegal. Lokasinya tidak jauh dari Alun-alun Rumah Dinas Bupati Tegal. 

TRIBUNBANYUMAS.COM- Bagi masyarakat Kabupaten Banjarnegara, minuman Dawet Ayu pasti sudah tidak asing lagi, bahkan di beberapa daerah Jawa Tengah, minuman ini mudah ditemukan di pasar-pasar tradisonal, dan juga disepanjang jalan yang Anda lewati.

Es Dawet Ayu asli Banjarnegara mempunyai rasa lezat dan segar sehingga sangat cocok diminum pada saat cuaca panas.

Bahkan menurut ulasan Tripadvisor salah satu orang memberikan kesan yang mendalam terhadap minuman ini.

Baca juga: Tahu Masak Pak Tambur, Kuliner Legendaris Cilacap yang Sudah Berjualan Sejak 1979

Baca juga: Brekecek Pathak Jahan, Kuliner Kebanggaan Warga Cilacap

Baca juga: Bakmi Anglo Pak Trisno, Kuliner Legendaris yang Lezat di Cilacap Berusia 48 tahun

“Banjarnegara terkenal dengan dawetnya. Merasakan kesegaran dari santan dan gula jawa, di tambah dawet hijau yang khas. Rasanya gurih namun manis. Segar lagi nikmat,” tulis Muhamad Abdul

Namun ternyata paling tidak ada tiga versi asal usul nama es dawet ayu berdasarkan sumber dari Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, diantaranya

1. Versi pertama
Ketua Dewan Kesenian Banjarnegara, Tjundarso mengatakan bahwa dawet khas Banjarnegara menjadi populer karena adanya lagu ciptaan dari Bono, yang merupakan seniman asli Banjarnegara dengan judul “ Dawet Ayu Banjarnegara”.

Namun pada tahun 1980 lagu ini dipopulerkan kembali oleh grup seni calung dan lawak Banyumas yang bernama Peang Penjol, yang terkenal di wilayah Banyumas pada era 1970 – 1980.

Sejak itu masyarakat Banyumas mengenal dawet asal Banjarnegara dengan sebutan “dawet ayu”.

Lirik lagunya sederhana, tapi berkesan. Lagu ini bercerita tentang seorang adik yang bertanya kepada kakaknya mau piknik ke mana? Jangan lupa bei dawet Banjarnegara yang segar, dingin, dan manis.

2. Versi kedua
Dalam versi kedua penamaan dawet ayu berdasarkan cerita turun termurun, ada sebuah keluarga yang berjualan dawet sejak abad ke 20.

Pada generasi ketiga pedagang tersebut dikenal dengan parasya yang cantik, maka dawet yang dijual pun disebut orang sebagai dawet ayu.  

3. Versi ketiga
Menurut tokoh agama masyarakat Banyumas, Kiai Haki Khatibul Umam Wiranu, dawet ayu muncul dari pedagang yang bernama Munarjo.

Munarjo sendiri mempunyai istri yang cantik, sehingga dawetnya disebut dawet ayu, dan dahulu mereka tinggal di Kelurahan Rejasa Banjarnegara.

Apa yang membedakan dawet khas Bajarnegara dengan dawet olahan daerah lainnya?

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved