Berita Purbalingga

Pemprov Jateng Beberkan Fakta Siswa SMK Negeri 1 Karangjambu Purbalingga yang Belajar di Kios Pasar

Disdikbud Jateng membeberkan sejumlah fakta terkait ratusan siswa SMK Negeri 1 Karangjambu, Purbalingga yang terpaksa belajar di kios pasar.

ISTIMEWA/SMK Negeri 1 Karangjambu Purbalingga
Siswa SMK Negeri 1 Karangjambu Purbalingga mengikuti pelajaran di dalam ruko di kawasan Pasar Desa Purbasari, Kecamatan Karangjambu, Purbalingga, Senin (26/9/2022). Mereka mendapat pinjaman ruko di kawasan pasar lantaran tak memiliki gedung sekolah. 

"Kami tidak punya gedung dan tanah," ujar Kepalas Sekolah SMK Negeri 1 Karangjambu, Purbalingga, Muhammad Mumfasil, Senin (26/9/2022).

"Hari ini, pindah ke kios pasar Desa Purbasari."

"Ada 22 kios yang dipinjamkan, ukurannya masing-masing 3x3 meter," terangnya.

Menurut Mumfasil, sebelumnya, mereka merupakan bagian dari sekolah satu atap dengan SMP Karangjambu.

Di sekolah satu atap, mereka mendapatkan empat ruang kelas.

Padahal, ada 183 siswa yang terbagi dalam enam rombongan belajar (rombel), yakni tiga kelas untuk jenjang Kelas 10, dua kelas untuk Kelas 11, dan satu kelas untuk Kelas 12.

Baca juga: Pemkab Purbalingga Memulai Proyek Pembuatan Motor Listrik, Begini Tampilannya Nanti

Di sekolah satu atap, mereka pun harus bergantian.

Namun, lantaran SMP Karangjamu direhab, mereka harus mencari tempat lain untuk kegiatan belajar mengajar.

Dia bersyukur dan berterima kasih kepada warga Purbasari yang sangat peduli dan meminjamkan rumah hingga ruko untuk tempat belajar.

"SMK Negeri 1 Karangjambu Purbalingga saat ini belum memiliki lokasi untuk dibangun sekolah," katanya.

Mumfasil berharap, pemerintah segera membangun tempat belajar mengajar yang layak bagi siswa SMK Negeri 1 Karangjambu Purbalingga.

"Ke depan, impian anak-anak memiliki gedung sekolah sendiri agar dapat terwujud dan belajar dengan tenang," harapnya.

Baca juga: Jembatan Sungai Serayu di Kembangan Purbalingga Ambles, Pengendara Diimbau Mengurangi Kecepatan

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas 9 Propinsi Jateng Dwi Yuli mengatakan, kendala pembangunan SMK Negeri 1 Karangjambu adalah belum tersedianya lahan.

"Desa Purbasari punya sekian banyak ruko, ada 22 yang kosong dan dipinjami, jadi bukan di pasar tapi di ruko milik desa," terangnya.

"Saat ini sudah ada tanah bengkok tapi tidak mudah kalau dijadikan SMA karena kepunyaan desa," terangnya.(*)

Baca juga: Sroto Klamud, Soto Unik dari Purbalingga yang Mengganti Bihun dengan Irisan Kelapa Muda

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved