Berita Banyumas

Disiram Pakai Air Keras Hingga Cacat, Perempuan Banyumas Polisikan Mantan Suaminya

KDRT menjadi pintu bagi seorang perempuan berinisial IN (34 tahun) untuk melaporkan telah disiram air keras oleh mantan suaminya TP (51) ke Polisi.

Editor: Pujiono JS
KOMPAS.com/Shutterstock
Ilustrasi kekerasan dan kejahatan seksual terhadap anak. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Kekerasan dalam rumah tangga menjadi pintu bagi seorang perempuan berinisial IN (34 tahun) untuk melaporkan telah disiram air keras oleh mantan suaminya TP (51 tahun) ke Polres Banyumas.

Baca juga: Upaya Lindungi Anak dari Perundungan dan Kekerasan, Gubernur Ganjar Luncurkan Aplikasi Jogo Konco

Baca juga: Para Pelajar, Kamu Mengalami Perundungan atau Kekerasan? Lapor Saja Lewat Aplikasi Jogo Konco

Baca juga: Keluarga SN Tuntut Keadilan! Siswi SMP Korban Perundungan dan Dugaan Kekerasan di Semarang

TP adalah warga Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang saat ini sedang dilaporkan dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga ( KDRT) oleh istri keduanya.

Lelaki yang kini sedang mendekam di balik jeruji besi atas kasus KDRT kepada istri kedua, kembali dilaporkan oleh mantan istri pertamanya atas kasus penyiraman air keras hingga menyebabkan cacat tetap.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Banyumas Kompol Agus Supriadi mengatakan bahwa tersangka menyiramkan air keras kepada mantan istri pertamanya yang bernama IN (34) hingga mengakibatkan cacat tetap.

"Korban disiram pakai air keras dan mengenai seluruh badan hingga mengakibatkan kedua tangannya cacat," kata Agus kepada wartawan di Mapolres Banyumas, Senin (26/9/2022) seperti dikutip dari KOMPAS.com

Agus mengungkapkan, alasan tersangka menyiramkan air keras karena korban menolak dijual kepada lelaki hidung belang.

Baca juga: Ngeri! 10 Anak di Boyolali Jadi Korban Kekerasan dalam 5 Bulan Terakhir. Mayoritas Pelaku, Keluarga

Baca juga: Cerita Pilu SN Siswi SMP Korban Perundungan dan Kekerasan Semarang: Seorang Yatim Piatu

Baca juga: Lantik Rektor Unsoed Purwokerto, Nadiem Minta Sodiq Ciptakan Iklim Belajar Aman dari Kekerasan

"Korban tidak mau dijual kepada lelaki hidung belang," ujar Agus.

Kejadian ini, sebut Agus, sebenarnya terjadi pada tahun 2009 silam.

Namun, korban baru berani melaporkan kepasa polisi, baru-baru ini.

"Karena korban takut, selalu diancam, kalau melaporkan kepada polisi korban akan dibunuh," kata Agus.

Atas perbuatannya, tersangka dijeratPasal 44 (2) dan Pasal 47 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun.

Baca juga: Sah! RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual Resmi Jadi Undang-undang

Baca juga: Aksi Kekerasan Seksual Tak Ada Kaitannya dengan Pakaian Korban, Bercadar Pun Kena, Ini Kata Psikolog

Baca juga: Kekerasan Seksual dan Perundungan di Tempat Pendidikan Lagi Marak, Ganjar: Pasang CCTV!

Diberitakan sebelumnya, TP ditangkap polisi akibat melakukan kekerasan kepada istrinya sendiri.

TP memaksa istrinya berinisial I (36) untuk berhubungan badan dengan lelaki lain terlebih dahulu sebelum dirinya berhubungan badan.

"Suaminya ini mengalami penyimpangan seksual," ungkap Kasat Reskrim Polresta Banyumas Kompol Agus Supriadi kepada wartawan, Senin (8/8/2022).

Perbuatan bejat itu akhirnya terbongkar setelah korban dianiaya suaminya pada bulan Mei lalu karena menolak diajak berhubungan intim.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pria di Banyumas Siram Istri Pakai Air Keras hingga Cacat karena Menolak "Dijual" ke Lelaki Hidung Belang"

 

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved