Berita Semarang
Cerita Pilu SN Siswi SMP Korban Perundungan dan Kekerasan Semarang: Seorang Yatim Piatu
Ada cerita pilu dialami SN (14) korban perundungan dan dugaan kekerasan oleh kakak kelasnya sesama pelajar SMP Negeri di Kota Semarang.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: mamdukh adi priyanto
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Ada cerita pilu dialami SN (14) korban perundungan dan dugaan kekerasan oleh kakak kelasnya sesama pelajar SMP Negeri di Kota Semarang.
Kejadian tersebut terjadi di Alun-Alun Johar atau Alun-Alun Kauman Semarang beberapa waktu lalu.
Gadis belia itu ternyata tak punya sosok ayah dan ibu alias yatim piatu.
Ibunya baru saja meninggal tahun lalu.
Sedangkan sang ayah telah meninggalkannya sejak ia bayi berusia satu bulan.
"Ya yatim piatu.
Korban hidup bareng sama kakak kandungnya saja," ungkap kakak sepupu SN, Satrio Pamungkas kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (26/5/2022).
Baca juga: Akademisi Unnes Sebut Perilaku Perundungan atau Bullying Bermula dari Lemahnya Empati Anak

Setelah kejadian, korban hanya berdiam diri di rumah.
Kondisinya masih belum stabil akibat perundungan disertai kekerasan yang membuat seragam putih birunya kotor denan bercak darah.
"Masih di rumah.
Masih trauma," jelas Satrio.
Baca juga: Wakil Ketua MPR RI Angkat Bicara soal Kasus Pengeroyokan dan Perundungan Siswi SMP Semarang
Meskipun hanya tinggal bersama kakak kandung laki-laki yang sudah bekerja, SN sering pula dibantu oleh para kerabat.
Ketika korban mendapatkan perlakuan kekerasan tersebut sontak seluruh keluarga marah.
Satrio menyebut, korban pertama kali cerita ke kakaknya.
Lalu bersama om dan tantenya, korban datang ke polisi.