Pendidikan

Akademisi Unnes Sebut Perilaku Perundungan atau Bullying Bermula dari Lemahnya Empati Anak

Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang (FIP Unnes), Dr Edy Purwanto menyatakan, akar dari perilaku perundungan ialah empati.

tangkapan layar video di medsos
Sejumlah siswi SMP di Kota Semarang tengah mengeroyok seorang siswi SMP lain di Alun Alun Johar atau Alun Alun Kauman Semarang 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Akhir-akhir ini, publik Semarang digegerkan kasus perundungan atau bullying dengan kekerasan yang terjadi di Alun-Alun Johar atau Alun-Alun Kauman Semarang.

Seorang siswi berseragam SMP dikeroyok sejumlah siswi yang juga berseragam putih-biru.

Reaksi muncul dari masyarakat maupun warganet atas kejadian tersebut berupa kecaman.

Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Semarang (Unnes), Dr Edy Purwanto.
Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Semarang (Unnes), Dr Edy Purwanto. (tribun/amanda)

Baca juga: Wakil Ketua MPR RI Angkat Bicara soal Kasus Pengeroyokan dan Perundungan Siswi SMP Semarang

Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang (FIP Unnes), Dr Edy Purwanto menyatakan, akar dari perilaku perundungan ialah lemahnya empati.

Empati merupakan keadaan mental di mana seseorang memiliki perasaan, pikiran, dan keadaan yang sama dengan orang lain.

Ia menyatakan hasil riset menunjukkan bahwa pada saat dilahirkan ke dunia, semua anak memiliki kemampuan berempati.

"Pengalaman memperoleh perlakuan tidak empati dari lingkungan anak, juga mengamati model perilaku tidak empati, menjadi sumber bagi melemahnya perilaku berempati," jelasnya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (26/5/2022).

Baca juga: Wali Kota Semarang Geram Minta Tiga Siswi SMP Pelaku Pengeroyokan Dikeluarkan dari Sekolah

Maka dari itu, ia menyatakan sebagai upaya pencegahan, perlakuan orang tua terhadap anak harus dilandasi empati dan menghindari pemberian perlakuan tidak empati terhadap anak.

Selain itu, empati juga menjadi bagian dari topik perbincangan pada keluarga misalnya saat makan bersama maupun saat kegiatan santai keluarga.

"Sisipkan pembicaraan atau diskusi tentang perilaku empati antara orang tua dan anak saat momen santai bersama keluarga," bebernya.

Baca juga: Dosen Konseling Unnes: Mengeluarkan Siswa Pelaku Perundungan dari Sekolah Bukan Solusi Tepat

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved