Berita Semarang

Keluarga SN Tuntut Keadilan! Siswi SMP Korban Perundungan dan Dugaan Kekerasan di Semarang

Pihak keluarga SN (14) siswi kelas 7 SMP korban perundungan dan dugaan kekerasan ingin ada keadilan hukum.

tangkapan layar video di medsos
Sejumlah siswi SMP di Kota Semarang tengah mengeroyok seorang siswi SMP lain di Alun Alun Johar atau Alun Alun Kauman Semarang 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pihak keluarga SN (14) siswi kelas 7 SMP korban perundungan dan dugaan kekerasan ingin ada keadilan hukum.

Mereka mengaku berasal dari keluarga tak mampu.

Meski  begitu, mereka ingin kasus penganiayaan tersebut dapat berjalan seadil-adilnya.

"Kami orang tak punya, tidak bisa nyewa pengacara.

Kami hanya ingin kasus ini berjalan dengan seadil-adilnya.

Kalau bisa dipidanakan ya pidanakan," kata Kakak sepupu SN, Satrio Pamungkas kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (26/5/2022).

Baca juga: Cerita Pilu SN Siswi SMP Korban Perundungan dan Kekerasan Semarang: Seorang Yatim Piatu

Satrio mengungkapkan, keluarga merasa tak dilibatkan dalam proses saat polisi melakukan konferensi pers di media.

Karenanya, ia sempat mem-posting protesnya tersebut.

Ia mem-posting protesnya di grup Facebook Kota Semarang

Pihak kepolisian pun kemudian menanggapinya untuk datang ke kantor Polrestabes pada Jumat (27/5/2022).

"Iya saya tanyakan bagaimana prosedurnya kenapa kasus tidak ada perkembangan sama sekali.

Besok kami akan kesana agar mendapatkan kejelasan," tuturnya.

Baca juga: Wakil Ketua MPR RI Angkat Bicara soal Kasus Pengeroyokan dan Perundungan Siswi SMP Semarang

Ia menyebut, keluarga besarnya juga heran saat konferensi pers dengan media yang dihadirkan hanya pihak keluarga tersangka saja.

Pihaknya yang sebagai korban tidak diundang dalam kegiatan itu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved