Kesehatan
Polusi Udara Dapat Memicu Risiko Kanker Paru-paru Meskipun pada Orang yang Tidak Merokok
Para ilmuwan mengetahui bahwa polusi udara dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker paru-paru pada orang yang tidak pernah merokok
Penulis: Andra Prabasari | Editor: Pujiono JS
TRIBUNBANYUMAS.COM, PARIS - Para ilmuwan telah lama mengetahui bahwa polusi udara dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker paru-paru pada orang yang tidak pernah merokok.
Mengutip dari CNN, temuan ini dipresentasikan di Simposium Kepresidenan European Society for Medical Oncology di Paris.
Baca juga: Garam Kebumen Disebut Berkualitas Karena Minim Polusi
Baca juga: Dokter Spesialis Anak RSND Undip: Harus Disadari Orangtua! Ini Gejala Kanker pada Anak
Baca juga: Ganjar Cukur Gundul Demi Dukung Anak-Anak Pejuang Kanker
Dalam simposium itu terungkap bahwa polusi udara dapat memicu kanker paru-paru pada orang yang tidak pernah merokok.
Beberapa partikel polutan udara dapat mendorong perubahan sel di saluran udara
Secara khusus, lebih banyak paparan partikel di udara atau polusi partikel dengan diameter 2,5 mikrometer atau lebih kecil, yang dapat mendorong perubahan cepat pada sel saluran napas yang memiliki mutasi pada gen yang disebut EGFR, dimana terlihat penderita kanker paru-paru yang tidak pernah merokok, dan gen lain yang terkait dengan kanker paru-paru yang disebut KRAS.
Hal ini diungkapkan oleh para ilmuan di Francis Crick Institute di London dan lembaga lain di seluruh dunia.
“Kami menemukan bahwa mutasi penggerak pada gen EGFR dan KRAS, yang umumnya ditemukan pada kanker paru-paru, sebenarnya ada di jaringan paru-paru normal dan kemungkinan merupakan konsekuensi dari penuaan,” ungkap Charles Swanton, seorang ilmuwan di Francis Crick Institute dan kepala klinisi di Cancer Research.
Baca juga: Anak Penderita Kanker Leukimia di Kebumen Belum Tersentuh Perhatian Pemerintah, Cari Obat pun Sulit
Baca juga: Perhompedin Semarang: Penderita Kanker Boleh Disuntik Vaksin, Tapi Ini Syaratnya
Baca juga: Member BTS Ini Berdonasi Rp 1,2 Miliar, Buat Anak Pengidap Kanker di RS Dongsan Korea
“Dalam penelitian kami, mutasi ini hanya berpotensi kanker lemah dalam model laboratorium. Namun, ketika sel-sel paru-paru dengan mutasi ini terpapar polusi udara, kami melihat lebih banyak kanker dan ini terjadi lebih cepat daripada sel-sel paru-paru dengan mutasi tidak terpapar polusi. Hal ini menunjukkan bahwa polusi udara mendorong inisiasi kanker paru-paru pada sel-sel yang memiliki mutasi gen pendorong, " katanya.
Menurut Badan Perlindungan Lingkungan AS, polusi partikel di udara adalah campuran partikel padat dan tetesan cair, dalam bentuk kotoran, debu, jelaga atau asap, dan mereka dapat berasal dari pembangkit listrik tenaga batu bara dan gas alam, mobil, pertanian, jalan tak beraspal dan lokasi konstruksi.
Para peneliti menganalisis data pada 463.679 orang untuk menemukan hubungan antara paparan polusi udara dan risiko kanker.
Partikel halus, dengan diameter 2,5 mikrometer atau lebih kecil, merupakan polusi udara terkecil termasuk yang berbahaya.
Ketika kita menghirup udara ini, akan masuk pada aliran darah yang menyebabkan asma, atau penyakit pernapasan lainnya.
Sebagai bagian dari analisis mereka, para peneliti menemukan bahwa peningkatan kadar polutan udara pada PM 2.5 dikaitkan dengan peningkatan keseluruhan risiko kanker paru-paru non-sel kecil terkait EGFR di Inggris, Korea Selatan, dan Taiwan.
Baca juga: Kerap Tak Disadari, Ini Gejala Awal Kanker Ovarium
Baca juga: Suami Kinem Penderita Kanker Akhirnya Jujur, Bantuan Justru Digunakan Beli Dua Sapi dan Tiga Motor
Baca juga: Penderita Kanker di Boyolali Hanya Dapat Rp 7 Juta Meski Foto Kertas Bantuan Tertulis Rp 65 Juta
"Hal pertama adalah, kami melihat data epidemiologi seputar tingkat polusi udara dan risiko kanker paru-paru pada orang yang tidak pernah merokok, menemukan korelasi yang baik di Inggris, Korea Selatan, dan Taiwan," kata Swanton dalam video yang dirilis oleh European Society for Medical Onkologi pada hari Sabtu.
"Kedua, kami menggunakan model hewan untuk menunjukkan bahwa tikus yang terpapar polusi, kami melihat adanya kanker pada tikus ini setelah terpapar polusi," katanya.