Berita Kesehatan

Kerap Tak Disadari, Ini Gejala Awal Kanker Ovarium

Kanker ovarium sering tidak terdeteksi sampai pertumbuhan sel abnormal menyebar di panggul dan perut.

Editor: rika irawati
Shutterstock via Kompas.com
ilustrasi kanker ovarium 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Kanker ovarium adalah jenis kanker yang berkembang di indung telur wanita. Melansir Mayo Clinic, sistem reproduksi wanita memiliki dua ovarium atau indung telur, masing-masing berada di setiap sisi rahim.

Ukuran ovarium ini sebesar kacang almond. Bagian organ reproduksi wanita ini menghasilkan sel telur, hormon estrogen, dan progesteron.

Kanker ovarium sering tidak terdeteksi sampai pertumbuhan sel abnormal menyebar di panggul dan perut.

Ketika kanker sudah menyebar ke luar indung telur, penyakit pada sistem reproduksi ini lebih sulit diobati.

Apabila terdeteksi saat penderita merasakan gejala awal kanker ovarium, penyakit ini umumnya lebih mudah dikendalikan.

Gejala kanker ovarium
Ciri-ciri kanker ovarium di tahap awal kerap tidak disadari karena gejalanya mirip penyakit lainnya.

Selain itu, gejala kanker ovarium stadium awal juga kerap muncul secara tiba-tiba dan mudah hilang sehingga rentan diabaikan penderitanya.

Melansir Healthline, beberapa gejala kanker ovarium di tahap awal di antaranya perut kembung, ada rasa seperti ditekan, dan nyeri.

Juga, rasa begah dan perut gampang sesak saat makan. Tidak berselera makan, atau sering kencing.

Selain itu, tanda kanker ovarium lainnya yakni, mudah lelah, gangguan pencernaan, asam lambung naik, sembelit, sakit punggung.

Bisa juga, siklus haid tidak teratur, sakit saat berhubungan seksual, timbul ketidaknyamanan di panggul.

Meski begitu, beberapa gejala kanker ovarium di atas belum tentu disebabkan kanker. Bisa juga karena penyakit lain.

Terutama, jika penderita hanya merasakannya sekali atau dua kali dan gejala penyakitnya hilang setelah minum obat yang dijual bebas di apotek atau toko obat.

Kendati demikian, penderita pantang mengabaikan gejala kanker ovarium.

Seperti jenis kanker lain, kanker ini paling mudah diobati ketika terdeteksi sejak dini.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved