Berita Rembang

Racik Obat Kuat dan Pelangsing secara Ilegal, Enam Warga Demak dan Jepara Diamankan Polres Rembang

Enam warga Demak dan Jepara jadi tersangka kasus pembuatan obat-obatan ilegal berupa obat kuat pria, penumbuh rambut, hingga pemutih, dan pelangsing.

Editor: rika irawati
KOMPAS.COM/ARIA RUSTA YULI PRADANA
Polres Rembang menggerebek rumah kontrakan di Kelurahan Magersari, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Minggu (11/9/2022). Rumah tersebut menjadi lokasi pembuatan 15 merek obat ilegal, di antaranya obat pelangsing, obat kuat, dan obat penumbuh rambut. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, REMBANG - Enam warga Demak dan Jepara jadi tersangka kasus pembuatan obat-obatan ilegal berupa obat kuat pria, penumbuh rambut, hingga pemutih, dan pelangsing.

Mereka meproduksi obat-obatan tersebut di sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Magersari, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Saat menggerebek rumah tersebut, Kamis (1/9/2022), polisi menemukan obat-obatan ilegal yang dikemas dalam 15 merek.

"Jumlah produk yang mereknya dipalsukan dan isinya, dia isi sendiri, sebanyak 15 produk atau 15 merek," ucap Kapolres Rembang, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Dandy Ario Yustiawan, saat ungkap kasus di lokasi, Minggu (11/9/2022).

Baca juga: Sidak SPBU di Rembang, Ganjar: Stok BBM di Jawa Tengah Masih Aman

Baca juga: Bus Rombongan Haji asal Rembang Terlibat Kecelakaan di Blora, Satu Tewas

Dandy mengatakan, saat digerebek, para tersangka tengah meracik obat-obatan tersebut.

"Modusnya adalah tersangka MA dan lima temannya memproduksi beberapa merek-merek obat, mulai obat penumbuh rambut, obat stamina, obat kuat pria, hingga obat pemutih, obat pelangsing," kata dia.

"Para tersangka mengisi atau meracik sendiri obat-obatan tersebut, kemudian dikemas. Dan, kemasannya, dia pesan secara online, isinya yang dia isi sendiri," imbuh dia.

Dalam kasus tersebut, enam orang telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana pemalsuan merek dan kesehatan.

Mereka adalah Ma'aruf alias MA, Andika, Miftahul, Adi, Najmuddin, dan Bambang Wuryanto.

Keenam orang itu sudah berkegiatan di rumah kontrakan itu sekitar tiga bulan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved