Bisnis dan Keuangan

Kemenkeu Anggarkan Cadangan Bansos Rp18 T, Antisipasi Harga BBM dan Listrik Naik

Kementerian Keuangan sudah menganggarkan dana cadangan bantuan sosial bagi masyarakat untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM dan listrik.

Editor: Pujiono JS
TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani: Pemerintah melalui Kementerian Keuangan sudah menganggarkan dana cadangan untuk bantuan sosial bagi masyarakat untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM dan listrik. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan sudah menganggarkan dana cadangan bantuan sosial bagi masyarakat untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM dan listrik.

Menteri Keuangan Sri Muluani mengatakan dana cadangan bansos tersebut berasal dari sisa program penanganan Pandemi Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC PEN) berjumlah Rp 18 triliun.

Baca juga: Antrean Panjang Beli Pertalite di SPBU Purwokerto Banyumas Sering Terjadi, Ini Kata Pertamina

Baca juga: Tak Harus Punya Aplikasi MyPertamina, Begini Cara Beli Pertalite dan Solar Bersubsidi di SPBU

Baca juga: Siap-siap! Mobil Mewah Bakal Dilarang Beli Pertalite

"Jadi kalau bapak presiden menyampaikan bahwa kalau situasi cadangan-cadangan bansos ini memang tadinya didesain apabila guncangan harga terutama kalau harga BBM atau listrik tidak bisa tertahan dan kemudian harus dilakukan adjustment maka perlu suatu bantalan sosial tambahan," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual APBN Kita, Kamis (11/8/2022) seperti dikutip dari KOMPAS.com.

Namun demikian, Sri Mulyani belum bisa memastikan kapan dana cadangan bansos itu akan disalurkan.

Sementara itu Dirjen Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata mengatakan bahwa pihaknya masih mencermati kapan waktu yang tepat untuk meluncurkannya.

"Akan kita cermati kapan waktu yang tepat untuk memberikan tambahan bansos ini namun anggarannya sudah tersedia mudah-mudahan cukup untuk merespons kenaikan-kenaikan harga dan lain sebagainya yang bisa terjadi sampai akhir tahun ini," ujar Isa yang ikut konferensi pers bersama Sri Mulyani.

Sampai saat ini, pemerintah masih menahan harga Pertalite sebesar Rp7.500 per liter. Begitu juga dengan harga Pertamax sebesar Rp12.500 per liter, lebih murah dari harga keekonomiannya yang di atas Rp17.000 per liter.

Begitu juga untuk tarif listrik golongan 450, 900, dan 1.300 VA yang belum naik. Konsekuensinya, anggaran subsidi listrik-BBM dan kompensasi untuk PLN serta Pertamina, tembus Rp500 triliun tahun ini.

Sebelumnya, Sri Mulyani juga sudah meminta Pertamina mengendalikan volume penyaluran BBM bersubsidi. Sehingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terjaga.

Baca juga: Konsumsi Pertalite Jateng Naik 16 Persen, Pertamina Pastikan Stok dan Pasokan Lancar

Baca juga: Pertalite Kini Disubsidi, Pertamina Tak Lagi Izinkan Pembelian Menggunakan Jeriken

Baca juga: Tampik Pertalite Langka, Pertamina Pastikan Stok di Jateng & DIY Aman

"Tentu saya berharap Pertamina untuk betul-betul mengendalikan volumenya, jadi supaya APBN tidak terpukul," kata Sri Mulyani kepada wartawan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (10/8/2022).

Ia menjelaskan, jika penyaluran BBM subsidi melebihi kuota, akan membuat alokasi subsidi dan kompensasi energi melebihi pagu anggaran APBN 2022 yang sebesar Rp502 triliun.

"Meskipun APBN-nya bagus, surplus sampai Juli, tapi tagihannya nanti kalau volumenya tidak terkendali akan semakin besar di semester dua," ujar mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.

Pertamina mencatat penyaluran BBM jenis Pertalite hingga Juli 2022 sudah mencapai 16,8 juta kiloliter (kl). Dengan itu, kuota BBM bersubsidi hanya tersisa 6,2 juta kl dari kuota yang ditetapkan sebesar 23 juta kl pada tahun ini.

Sementara Kementerian ESDM sudah memproyeksi penyaluran BBM subsidi bisa jebol hingga 28 juta kl pada tahun ini. 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul  "Pemerintah Siapkan Bansos Rp 18 T Jika Harga BBM dan Listrik Naik"

Baca juga: Belum Genap Sebulan, Harga BBM Nonsubsidi Naik Lagi. Harga Pertamax Turbo Tembus Rp 18.000/Liter

Baca juga: Siap-siap! Pendaftaran Subsidi Tepat BBM di Purbalingga Mulai 1 Agustus. Tak Perlu Unduh MyPertamina

Baca juga: Konsumsi BBM Gasoline Jateng Meningkat, Tertinggi di Brebes

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved