Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Jateng

Konsumsi Pertalite Jateng Naik 16 Persen, Pertamina Pastikan Stok dan Pasokan Lancar

Konsumsi pertalite di Jawa Tengah meningkat 16 persen sejak ada penyesuaian harga Pertamax, per 1 April 2022.

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rika irawati
tribunbanyumas/pingky
Antrean kendaraan di pompa BBM jenis Pertalite di Stasiun pengisian BBM atau SPBU Karangpucung Cilacap. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Konsumsi pertalite di Jawa Tengah meningkat 16 persen sejak ada penyesuaian harga Pertamax, per 1 April 2022.

"Sales 'penjualan' pertalite (April) naik 16 persen dibandingkan rata-rata normal. Kami bandingkan dengan bulan Februari karena rata-rata konsumsi normal di bulan itu."

"Sedangkan Maret, sudah ada isu Pertamax naik sehingga tidak bisa dijadikan acuan," terang Area Manager Comm Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT), Brasto Galih Nugroho, kemarin (17/4/2022).

Baca juga: Pertamina Pastikan Kelancaran Pasokan BBM di Trans Jawa selama Arus Mudik, Ada Mobil Siaga Juga

Baca juga: PT Pertamina Catat Ada Lonjakan Penyaluran Pertalite hingga 15 Persen Pascakenaikan Harga Pertamax

Baca juga: Selisih Harga Capai Rp 5000, Konsumen Pertimbangkan Beralih dari Pertamax ke Pertalite

Data PT Pertamina Patra Niaga JBT terkait kenaikan sales pertalite di Jawa Tengah terhitung dari rata-rata harian normal, pada Februari sebanyak 7.294 KL menjadi 8.526 KL (rentang tanggal 1-12 April).

Hal itu berbanding terbalik dengan angka penjualan Pertamax yang mengalami penurunan.

Tercatat, rata-rata harian normal Pertamax, turun hingga 30 persen, yakni dari 3.286 KL pada Februari menjadi 2.296 KL pada April 2022.

"Sabtu-Minggu setelah penyesuaian harga Pertamax, ada peningkatan sekitar 9.900 KL, kemudian 9.700 KL, dibandingkan sebelumnya 8.000 KL, ya. Tapi, kemudian turun dan bahkan 11 April tidak sampai 8.000 KL," kata Brasto.

Menurut Brasto, dari data itu, belum bisa dipastikan terkait tren kenaikan konsumsi pertalite pada April ini sebab terjadi secara fluktuatif.

"Jadi, memang masih fluktuatif dan kami masih memantau tren pertalite ini ke depan, rata-rata hariannya seperti apa," sambungnya.

Menanggapi adanya kekosongan bahan bakar minyak jenis pertalite di sejumlah SPBU, beberapa waktu lalu, Brasto meminta masyarakat tidak khawatir akan adanya kelangkaan.

Sebab, kata dia, kekosongan terjadi akibat penyesuaian.

Baca juga: UKM Virtual Expo 2022 Jateng, Ganjar: Pelaku UKM Tidak Diam Jelang Libur Lebaran

Baca juga: Ganjar Pantau Titik Kemacetan saat Mudik di Demak, Soal Pembangunan Flyofer Ganefo Ini Progresnya

Baca juga: Antisipasi Kejahatan Jalanan, Razia Dimasifkan di Kendal, Petugas Temukan 2 Pedang

Baca juga: Bursa Transfer Liga 1: Rachmad Hidayat Isyaratkan Stay di PSIS Semarang

Ia juga mengatakan, untuk pasokan Pertalite ke SPBU, sampai saat ini, masih aman.

"Terkait pasokan tersendat, mungkin, setelah ada penyesuaian harga, konsumsi meningkat. Ketika konsumsi meningkat, otomatis kami menunggu jeda antara pengiriman dengan stok."

"Tapi, sekarang, sudah mulai normal setelah jauh hari dari penyesuaian dan akhir-akhir ini sudah membaik."

"Kemudian permintaan pertalite, saat ini kami masih menyesuaikan dengan permintaan SPBU," ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved