Berita Bisnis
Tampik Pertalite Langka, Pertamina Pastikan Stok di Jateng & DIY Aman
Namun demikian, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) memastikan pasokan BBM terutama Pertalite aman.
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - PT Pertamina (Persero) menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis RON 92 atau Pertamax menjadi Rp 12.500 perliter dari sebelumnya Rp 9.000 perliter.
Akibat kenaikan itu, banyak pengguna BBM Pertamina yang rela turun 'derajat' dengan spesifikasi di bawahnya, yakni menggunakan BBM jenis RON 90 atau Pertalite yang memiliki harga lebih murah dengan selisih cukup banyak.
Akibatnya, dikabarkan permintaan BBM Pertalite melonjak dan mengakibatkan kekosongan stok di sejumlah SPBU.
Baca juga: Mau Beralih Isi Pertalite Karena Harga Pertamax Naik? Simak Dampaknya Terhadap Mesin Kendaraan
Namun demikian, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) memastikan pasokan BBM terutama Pertalite aman.
Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBT, Brasto Galih Nugroho memastikan jika ketahanan pasokan Pertalite cukup hingga mendekati 11 hari ke depan untuk memenuhi kebutuhan di Wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
"Kami pastikan stok Pertalite mencukupi.
Ketahanan stok produk Pertalite cukup hingga 11 hari kedepan.
Angka tersebut belum termasuk stok di kilang maupun dalam pengantaran melalui kapal," ungkap Brasto dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunbanyumas.com, Senin (4/4/2022).
Baca juga: Berikut Daftar Harga BBM di SPBU Pertamina di Pulau Jawa Pasca-kenaikan Harga Pertamax
Brasto menjelaskan terdapat 870 SPBU di Jawa Tengah yang melayani penjualan produk Pertalite.
"Kami upayakan melakukan build up stok di setiap SPBU.
Stok akan selalu kami jaga sesuai dengan permintaan SPBU," jelas Brasto.
Pertamina senantiasa memastikan suplai BBM berjalan dengan baik di masa Ramadan dan jelang Idulfitri.
Pada momen tersebut, seiring dengan adanya peningkatan kegiatan ekonomi yang terjadi di wilayah Jawa Tengah, Pertamina juga melakukan antisipasi terhadap kebutuhan BBM.
"Masyarakat tidak perlu khawatir dan membeli BBM sesuai kebutuhan.
Meski diakui saat ini kepadatan lalu lintas dan aktivitas masyarakat saat Ramadan cukup tinggi, sehingga animo konsumen untuk konsumsi BBM juga meningkat," imbuh Brasto.
Baca juga: Harga Pertamax Naik, Warga Cilacap Beralih Gunakan Pertalite
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/pt-pertamina-siapkan-spbu-kantong-di-dekat-tempat-wisata-saat-libur-nataru.jpg)