Berita Jepara

Jepara Berstatus Darurat PMK, Ini Langkah Pemkab Menyelamatkan Hewan Ternak yang Ada

Pemerintah Kabupaten Jepara menetapkan status tanggap darurat terkait penyakit mulut dan kuku (PMK).

TRIBUNBANYUMAS/YUNAN SETIAWAN
Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta, Sekda Jepara Edy Sujatmiko, Wakapolres Jepara Kompol Berry, dan jajaran terkait melaksanakan rapat penetapan status tanggap darurat PMK di Command Centre Jepara, Selasa (19/7/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JEPARA — Pemerintah Kabupaten Jepara menetapkan status tanggap darurat terkait penyakit mulut dan kuku (PMK).

Penetapan ini berdasarkan perkembangan PMK sejak 19 Mei 2022 dan Intruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2022 tentang Penanganan PMK di Daerah.

Kondisi PMK di Kabupaten Jepara, hingga hari ini, membuat 21 hewan mati dan sembilan lainnya dipotong paksa. Sementara, untuk kasus aktif, mencapai 689 kasus.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menambahkan, 679 hewan dilaporkan sembuh, 789 ekor telah diobati, dan sebanyak 2.983 ekor divaksin.

Baca juga: Alhamdulillah, Seluruh Jemaah Haji Asal Jepara Sudah Tiba Selamat

Baca juga: Komplotan Pencuri Gas LPG Diringkus saat Hendak Jual Tabung Curian, Beraksi di Kudus, Jepara, Pati

Dari data tersebut, Pemkab Jepara mengklaim, harapan sembuh dari gejala PMK mencapai 97,9 persen.

Sementara itu, untuk menangani status tanggap darurat PMK, Pemkab Jepara menganggarkan Rp 485 juta.

Dana ini bersumber dari Biaya Tidak Terduga (BTT) APBD 2022.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan DKPP Kabupaten Jepara Mudhofir menjelaskan, anggaran tersebut digunakan untuk pembelian obat dan peralatan.

Pihaknya membutuhkan obat antiradang, penurun demam, antibiotik, dan vitamin.

Sementara, untuk peralatan, pihaknya membutuhkan jarum suntik, alat pelindung diri (APD), dan tempat penyimpanan vaksin.

"Obat dan perlaatan menjadi prioritas kami," kata Mudhofir saat ditemui seusai rapat koordinasi di Command Centre, Selasa (19/7/2022).

Baca juga: Mengaku Bujang, Gamer Asal Bekasi Cabuli Pelajar di Jepara. Modus Ajak Mabar di Kamar Hotel

Baca juga: Tepergok Ngamar di Hotel di Kudus, Dokter RSUD Kartini Jepara Dilaporkan ke Polisi

Selain itu, lanjutnya, anggaran tersebut juga digunakan untuk membiayai 15 paket sosialiasi.

Pihaknya akan gencar melakukan sosialisasi kepada semua peternak di Jepara.

Karena, hingga hari ini, masih ada peternak yang menolak hewannya disuntik vaksin.

Menurutnya, kondisi tersebut menghambat penanganan PMK.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKPP Kabupaten Jepara Ratib Zaini menambahkan, ribuan hewan ternak saat ini terancam kena PMK.

Dia memprediksi, ada 5.304 ekor sapi, 757 ekor kerbau, 3.220 kambing, 1.388 ekor domba, daan 107 babi yang terancam terpapar.

“Mudah-mudahan, prediksi kami tidak meleset. Tapi apa pun bentuknya kewaspadaan kita ke depankan,” terangnya.

Dia menyatakan, dalam waktu dekat ini akan melakukan pengobatan, vaksinasi, dan pemusnahan hewan terbatas terhadap hewan yang terkena PMK. (*)

Baca juga: Lakukan Riset pada Anak Korban Covid di Purbalingga, Ini Hasil dan Masukan Tim Sosiologi Unsoed

Baca juga: Jadwal Lengkap PSIS Semarang di Liga 1 2022/2023, Kapan Derby Jateng?

Baca juga: Pedagang di Kendal Mulai Resah. Dua Pekan, Harga Bawang Merah dan Cabai Tak Kunjung Turun

Baca juga: Terbukti Cabuli Anak Didik, Guru Ngaji di Kudus Divonis 18 Tahun Penjara

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved