Berita Tegal

Sadar Ajaran Khilafatul Muslimin Menyimpang, Tiga Warga Kota Tegal Ucap Setia ke NKRI

Tiga anggota pengajian Khilafatul Muslimin di Brebes menyatakan ikrar kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Editor: rika irawati
KOMPAS.COM/DOK LAPAS KARANGANYAR
ILUSTRASI. Napi kasus terorisme mencium bendera Merah Putih setelah mengucap ikrar setia NKRI di Lapas Khusus Kelas IIA Karanganyar, Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (8/4/2022). Ikrar kembali ke NKRI juga dilakukan tiga warga Kota Tegal yang sebelumnya bergabung dengan pengajian Khilafatul Muslimin yang diduga kelompok radikal. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Tiga anggota pengajian Khilafatul Muslimin di Brebes menyatakan ikrar kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ketiganya merupakan warga Kota Tegal yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang dan guru mengaji.

Pengucapan ikrar setia kepada NKRI berlangsung di Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tegal, pada Selasa (28/6/2022).

Kapolres Tegal Kota AKBP Rahmad Hidayat mengungkapkan, pengucapan kembali ke NKRI dilakukan atas kesadaran tiga warga tersebut.

"Mereka sudah mengundurkan diri dan menyatakan tidak terlibat kelompok itu karena sebelumnya, mereka terlambat menyadari bahwa kelompok KM ini adalah jaringan yang menyimpang, dan mereka merasa tidak cocok," kata Rahmad, saat ditemui di Mapolres Tegal Kota, Rabu (29/6/2022).

Baca juga: Jumadi Diminta Mundur dari Jabatan Wakil Wali Kota Tegal, Buntut Loncat Partai ke PDIP

Baca juga: Mie Bagi Pecinta Makanan Pedas di Lebaksiu Tegal: Mie Jebier, Harga Mulai Rp 6 Ribu

Baca juga: Kasus PMK di Kabupaten Tegal Melonjak, 22 Hari Bertambah hingga 826 Ternak

Baca juga: Es Dawet Daun Kelor Tegal, Minuman Menyehatkan Terbuat dari Bahan Alami

Rahmad mengatakan, tiga orang itu pernah beberapa kali mengikuti kegiatan pengajian KM di wilayah Brebes.

Lambat laut, ketiganya menyadari dan merasa, apa yang diajarkan KM menyimpang.

"Setelah dilakukan penggalangan, akhirnya mereka bersama-sama berikrar untuk NKRI. Ada tiga orang, pedagang dan guru ngaji."

"Awalnya, mereka ikut-ikutan ngaji karena mengira pengajian biasa," terang Rahmad.

Rahmad mengatakan, ikrar setia kepada NKRI dilakukan atas kesadaran ketiganya. Tanpa adanya paksaan atau tekanan dari pihak manapun.

"Setelah ada pemberitaan di media massa tentang kelompok KM, akhirnya, secara sukarela, mereka mengundurkan diri tanpa ada paksaan atau tekanan dari manapun," kata Rahmad.

Rahmad menuturkan, ikrar dilaksanakan sekaligus untuk memberitahukan ke masyarakat bahwa mereka sudah kembali ke NKRI dan agar jangan sampai timbul stigma negatif di lingkungan tempat tinggalnya.

Rahmad mengimbau masyarakat yang akan mengikuti kegiatan keagamaan agar bisa mengecek kembali, jangan sampai, bergabung dengan kelompok yang mengarah ke radikal.

"Apabila merasa ada penyimpangan agar dikonsultasikan kepada ulama yang diseniorkan di tempat masing-masing," kata Rahmad.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved