Berita Banyumas

Kisah Relawan ODGJ Banyumas: Keluar Ongkos untuk Evakuasi, Senang Bisa Pertemukan dengan Keluarga

Badan penuh daki, rambut kusut, baju compang-camping, hingga bau yang menyengat membuat orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) makin dijauhi.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Relawan ODGJ Banyumas berinteraksi dengan ODGJ di Rumah Singgah Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsospermades) Banyumas, Kamis (23/6/2022). 

Mereka bercerita, ada ODGJ yang hilang 23 tahun akhirnya dapat bertemu lagi dengan keluarga.

Ada pula, yang paling jauh dari Lampung, juga akhirnya dapat berkumpul lagi dengan keluarga.

"Saya paling berkesan dengan ODGJ yang pertama kali saya lihat dan bantu. Namanya pak Rosidin."

"Dan saya, melihat betul bahwa ternyata begini ketika dia sembuh dan lucunya dia minta TV," ungkapnya.

Sementara itu, Teguh terkesan saat menolong ODGJ bernama Miswanto.

Kini, Miswanto sembuh hampir 100 persen.

"Jadi, kami merokok bersama, main Play Station dan kerja bakti bersama. Dia orang Madiun."

"Saat diantar pulang, saya ikut mengantar ke Madiun," katanya.

Kadang, saat bertemu keluarga para ODGJ, para relawan diberi 'uang terima kasih'.

Namun, Satpo menegaskan, relawan menolak dan mengembalikan ke keluarga untuk keperluan ODGJ tersebut.

"Kita kembalikan lagi karena mereka sebenarnya rata-rata kalangan menengah ke bawah meski yang kalangan atas ada juga."

"Tapi, kami percaya, pasti dapat balasan lain," imbuh Sapto.

Beri Kasih Sayang Tulus

Tentu saja, selama menjadi relawan, banyak tantangan yang mereka hadapi.

Terutama, saat bertemu dengan ODGJ yang agresif.

Tak jarang, para relawan kena pukul, tendang, atau bahkan sabetan dari ODGJ yang merasa asing dengan para penolongnya tersebut.

"Kuncinya adalah rasa kasih sayang tulus."

"Saya pernah mengevakuasi sendiri pasien ODGJ yang menurut laporan warga itu mengamuk dan memecahkan kaca rumah."

"Tapi, saya perlahan dekati dan alhamdulillah cukup bacaan Al-Fatihah, dia nurut sama saya dan mau saya mandikan dan bersihkan," cerita Emilia.

Baca juga: Cerita Bule Perancis Nikahi Ning atau Putri Kiai Pekalongan: Love at First Sight saat Jadi Relawan

Baca juga: Tidak Asing dengan PSIS Semarang, Winger PSS Sleman: Harus Profesional dan Kerja Keras!

Bukan hanya mengevakuasi ODGJ di jalanan, dalam praktiknya, para relawan juga menolong para ODGJ yang dipasung.

Ketika berhasil menolong, para relawan ikut membuat dan mengurus keperluas administrasi, mulai dari fasilitas kesehatan hingga dokumen kependudukan.

Sapto dkk berharap, penanganan kesehatan mental ini mendapat dukungan dari masyarakat.

Warga dapat ambil bagian dalam memenuhi kebutuhan pakaian ODGJ atau peralatan kebersihan pribadi.

Saat ini, menurut Sapto, jumlah Relawan ODGJ Banyumas terus meningkat.

Dari semula hanya lima orang, kini telah memiliki 52 relawan. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved