Berita Banyumas

Kisah Relawan ODGJ Banyumas: Keluar Ongkos untuk Evakuasi, Senang Bisa Pertemukan dengan Keluarga

Badan penuh daki, rambut kusut, baju compang-camping, hingga bau yang menyengat membuat orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) makin dijauhi.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Relawan ODGJ Banyumas berinteraksi dengan ODGJ di Rumah Singgah Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsospermades) Banyumas, Kamis (23/6/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Badan penuh daki, rambut kusut, baju compang-camping, hingga bau yang menyengat membuat orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) makin dijauhi.

Kondisi fisik yang tak terawat, apalagi berkeliaran di jalan, membuat mereka sering dipandang sebelah mata.

Bahkan, tak jarang dianggap sampah dan mengganggu kenyamanan.

Padahal, mereka juga manusia yang membutuhkan pertolongan dan perhatian dari sekeliling agar dapat sembuh.

Keprihatinan ini yang mendorong sekelompok orang di Banyumas, memutuskan menjadi relawan bagi ODGJ.

Mereka pun membuat komunitas bernama Relawan ODGJ Banyumas.

Diinisiasi Sapto Adi Wibowo (31) dan dimotori Emilia Prabasari (52) serta Teguh Purwoko (34), Relawan ODGJ Banyumas bergerak mengevakuasi dan menyelamatkan ODGJ yang ditemukan di Banyumas.

Sejak 2017, Sapto memang punya kebiasaan membantu ODGJ yang ditemukan di pinggir jalan.

Tak segan, dia memandikan mereka dan memberi pakaian layak.

"Sebenarnya, sejak 2017, saya di Kebumen memang ada kebiasaan, setiap ada orang gila di jalan, saya bantu mandikan, gantikan baju, supaya lebih baik."

"Tapi, waktu itu, belum sampai hingga mempertemukan dengan keluarganya," cerita Sapto kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (23/6/2022).

Baca juga: Tangis Haru Keluarga Bertemu Siti di Banyumas, Pencarian 16 Tahun Membuahkan Hasil

Baca juga: Hilang 5 Tahun dan Keluarga Sudah Gelar Tahlil, Pria Asal Garut Ini Ditemukan Selamat di Banyumas

Namun, pada 2020, pria yang sering dipanggil Saprol di kalangan teman-temannya itu menolong dua ODGJ bertemu kembali dengan keluarga.

Saat itu, dia sengaja menyebarkan informasi terkait temuan ODGJ ke media sosial Facebook.

Dengan harapan, keluarga yang kehilangan, mengetahui keberadaan ODGJ tersebut.

Respon warganet pun baik. Dari situ, Satpo selalu menginformasikan temuan ODGJ ke media sosial.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved