Berita Banyumas
Kisah Relawan ODGJ Banyumas: Keluar Ongkos untuk Evakuasi, Senang Bisa Pertemukan dengan Keluarga
Badan penuh daki, rambut kusut, baju compang-camping, hingga bau yang menyengat membuat orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) makin dijauhi.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
Dia merasa puas dan senang bisa mempertemukan kembali ODGJ dengan keluarga.
Selain menolong ODGJ di jalanan, Satpo mulai berpikir ikut merawat dan menyembuhkan pasien yang memiliki gangguan jiwa.
Pada Desember 2021, dia membentuk forum ODGJ Banyumas yang terdaftar di notaris untuk dilegalkan.
Relawan yang terpanggil merawat pasien gangguan jiwa dan telantar juga ikut terjun di Rumah Singgah milik Dinsos Banyumas.
"Kami membersihkan, memandikan, bahkan kami bawa ke rumah sakit agar ditangani secara medis."
"Oleh karena itu, kami bekerjasama dengan Dinas Kesehatan, Dindukcapil, dan Rumah Sakit Banyumas, serta yang lain, agar ikut membantu," katanya.
Sedih Kesadaran Warga akan Kesehatan Mental Masih Rendah
Namun demikian, ada rasa sedih yang terlintas dalam benaknya ketika niat tulus menolong para ODGJ justru mendapat respon kurang baik dari keluarga pasien yang mengalami gangguan jiwa.
"Yang menyedihkan, justru ketika sudah sampai ketemu keluarganya tapi pihak keluarga tidak mengharapkan dan menyerahkan kembali pada kami."
"Di situ, kami sedih karena bagaimanapun, mereka itu bagian dari keluarga," terangnya.
Baca juga: Polisi Tangkap Pelaku Pencurian Motor di Ajibarang Banyumas saat Jual Motor secara Daring
Baca juga: Nasi Rames Sorjem Katem Kini Digandrungi Anak Muda Banyumas, Berada di Dekat Stasiun Purwokerto
Berdasarkan data yang mereka miliki, hampir 90 persen ODGJ yang diselamatkan, tak diterima pihak keluarga.
Sapto pun sedih lantaran kesehatan mental yang menjadi masalah utama ODGJ, belum bisa diterima baik di masyarakat umum.
Padahal, gangguan mental dapat dialami siapa saja, tak memandang latar belakang keluarga, pendidikan, atau juga gender.
Pemicunya juga beragam. Cerita dari keluarga maupun ODGJ yang mulai sembuh, kondisi mental mereka terganggu karena persoalan keluarga, percintaan, sampai kecanduan gim daring.
Karenanya, para relawan tak putus asa. Mereka terus berusaha membantu ODGJ yang ditemukan mendapat pengobatan dan terapi penyembuhan.
