Berita Banyumas

Kisah Relawan ODGJ Banyumas: Keluar Ongkos untuk Evakuasi, Senang Bisa Pertemukan dengan Keluarga

Badan penuh daki, rambut kusut, baju compang-camping, hingga bau yang menyengat membuat orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) makin dijauhi.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Relawan ODGJ Banyumas berinteraksi dengan ODGJ di Rumah Singgah Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsospermades) Banyumas, Kamis (23/6/2022). 

Dari catatannya, sejak 2022 hingga Juni 2022, Relawan ODGJ Banyumas telah menyelamatkan setidaknya 301 ODGJ.

Di antara mereka, ada yang kembali ke keluarga tetapi ada pula yang ditampung di panti rehabilitasi.

"Jujur, banyak memang aduan adanya ODGJ pada kami. Dalam sehari saja bisa 4-5 aduan,"

"Namun demikian, tidak semua kami tangani karena yang terpenting adalah perlu assesment dulu."

"Misalkan apakah ODGJ itu menganggu atau tidak, sudah berapa lama di situ, tidak cukup orang memotret dan lapor di situ ada orang gila," terangnya.

Keluar Biaya Pribadi

Soal bayaran, jangan tanya karena kerja relawan sepenuhnya berdasarkan keikhlasan dan ketulusan hati.

Bahkan, saat mengevakuasi dan membantu satu ODGJ, mereka terkadang harus iuran untuk menyewa kendaraan operasional.

"Kendalanya adalah kami tidak punya kendaraan mobil jadi kalau ada evakuasi ODGJ, kami pinjam, entah dari Dinas atau dari orang lain," kata Emilia yang juga anggota relawan.

Mereka pun tak mengeluh. Bahkan, muncul rasa senang saat ODGJ yang ditolong bahkan bisa sembuh.

"Ini adalah kepuasan tersendiri bagi kami dan tidak ada bayarannya."

"Ketika melihat orang yang hilang sudah 16 tahun bahkan ada yang habis satu rumah untuk mencari orang itu, ketika dapat kembali bertemu keluarga, rasanya senang sekali dan saya ikut bahagia," ungkapnya.

Baca juga: Kasus PMK di Kabupaten Tegal Melonjak, 22 Hari Bertambah hingga 826 Ternak

Baca juga: Pentolan Suporter Snex: PSIS Semarang Ungguli PSS Sleman, Bisa Main di Jatidiri

Emilia mengaku merasa tidak keberatan ketika harus memandikan, membuang kotoran, atau bahkan hal-hal lain yang dianggap orang lain menjijikan.

"Kami bisa buktikan, ODGJ bisa sembuh dan ada yang sukses dan menjalani hidup normal kembali," terangnya.

Dari 301 ODGJ yang pernah diselamatkan para relawan, ada beberapa yang cukup membekas di hati Sapto, Emilia, dan Teguh.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved