Berita Semarang
Kaleng Lem Berserakan di JPO Pandanaran Semarang, Diduga Dipakai Ngelem Anak Jalanan saat Malam
Sejumlah kaleng lem kayu bermerk Aibon berserakan di jembatan penyeberangan orang di Jalan Pandanaran Kota Semarang, Selasa (17/5/2022).
Penulis: budi susanto | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Sejumlah kaleng lem kayu bermerk Aibon berserakan di jembatan penyeberangan orang di Jalan Pandanaran Kota Semarang, Selasa (17/5/2022).
Beberapa terlihat kosong namun ada juga kemasan kaleng yang masih terisi separuh. Siang itu, ada sekitar lima kaleng lem.
Meski beserakan namun keberadaan lem kayu tersebut acapkali luput dari perhatian masyarakat yang melintas karena diletakkan di pinggir jalur yang biasa dilintasi warga, berdekatan dengan beberapa sampah.
Menurut beberapa pedagang di dekat jembatan penyeberangan, lem-lem kayu tersebut acapkali digunakan anak-anak jalanan untuk media mabuk.
"Istilahnya, ngelem. Tidak hanya satu atau dua anak, saya sering melihat gerombolan anak jalanan di atas jembatan, sendang ngelem," jelas Lisa, satu di antara pedagang, Selasa.
Baca juga: Ditemukan Sapi Positif Penyakit Mulut Kuku PMK di Kota Semarang, Langsung Isolasi!
Baca juga: Skuat Hampir Lengkap, Pelatih Belum Dapat, PSIS Semarang Galau antara Eks-Persiraja atau Mantan?
Baca juga: Dua Tempat Pemakaman di Semarang Ini Tampung Orang Telantar Meninggal Tanpa Identitas
Baca juga: Cara Warga Thekelan Semarang Jaga Persaudaraan Beragama: Ucapkan Selamat Waisak di Pinggir Jalan
Dilanjutkannya, anak-anak jalanan yang ngelem di atas jembatan tak hanya laki-laki tapi ada juga perempuan.
"Banyak itu kalau malam, di atas jembatan, makanya bekas lem berserakan," ucap dia.
Menurut Lisa, anak-anak jalanan tak berani ngelem saat siang hari lantaran ramai.
"Biasanya, pukul 22.00 ke atas. Meresahkan, sebenarnya," paparnya.
Tak hanya Lisa, Mariati, pedagang oleh-oleh di kawasan Jalan Pandanaran juga acapkali melihat anak-anak jalanan ngelem di atas jembatan.
"Bergerombol mereka, mabuk pakai lem Aibon. Kami juga takut kalu mereka jatuh dari jembatan usai mabuk," kata Mariati.
Terpisah, beberapa pengguna jembatan penyeberangan, mengaku tak pernah melihat ada anak-anak jalanan di jembatan tersebut.
"Tapi, banyak kemasan lem kayu. Ya, mungkin saat tidak ada orang atau malam hari mereka ngelem di sini," jelas Aristia, yang acap kali menggunakan jembatan penyeberangan tersebut untuk menuju tempat ia bekerja. (*)
Baca juga: Es Campur Legendaris Pak San Cilacap Langganan Warga Umum hingga Artis dan Pejabat, Ini Rahasianya
Baca juga: Tahun Depan Penghasilan Tetap Perangkat Desa di Purbalingga Naik, Ini Permintaan Bupati Tiwi
Baca juga: Sopir Hindari Kucing, Mobil Pengantar Paket Terjun ke Sungai di Karanglewas Banyumas
Baca juga: Penyakit Mulut Kuku Hewan Ternak Muncul di Sejumlah Daerah di Jateng, Ini Tindakan Ganjar!