Ramadan 2022

Di Tanggeran Banyumas, Warga Menunggu Berbuka Puasa sambil Belanja Takjil dan Nonton Musik Kentongan

Warga antusias menanti datangnya waktu berbuka puasa di perempatan Desa Tanggeran, Kecamatan Kemranjen, Banyumas, selama Ramadan.

Penulis: Imah Masitoh | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/IMAH MASITOH
Grup Musik Kentongan Satria Muda dan Sanggar Tari Desa Karangsalam menghibur warga yang sedang ngabuburit di perempatan desa, Selasa (19/4/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Warga antusias menanti datangnya waktu berbuka puasa di perempatan Desa Tanggeran, Kecamatan Kemranjen, Banyumas, selama Ramadan.

Sudah menjadi kebiasaan, setiap bulan Ramadan tiba, menjelang buka puasa, warga memadati area perempatan Desa Tanggeran untuk ngabuburit.

Di sini, selain pasar takjil, ada juga pertunjukan dari warga.

"Sejak pandemi kemarin, tidak ada. Ini ada lagi, ramai Ramadan tahun ini," terang Mamang Sumarto, ketua Komunitas Pedagang Banyumas, Selasa (19/4/2022).

Baca juga: Karyawan Tiara Mart Karangbawang Banyumas Curi Uang di Brangkas, Bawa Kabur Rp 53 Juta

Baca juga: Warga Cindaga Banyumas Ditangkap Polisi, Simpan Sabu dan Alat Hisap di Bungkus Rokok

Baca juga: PT KAI Daop 5 Purwokerto Pastikan Jalur di Banyumas Siap Dilewati Kereta Arus Mudik Lebaran

Menurut Mamang, kegiatan tersebut digelar atas inisiatif Komunitas Pedagang Banyumas untuk memanfaatkan momen ngabuburit warga yang biasa mencari aneka makanan untuk berbuka puasa.

"Dimulai sejak 3 hari puasa kemarin, saya bareng teman-teman minta izin ke warga di lokasi ini dan ketua RT, untuk berdagang di sekitar jalan ini," imbuhnya.

Aneka macam makanan dan minuman dijual di pinggiran jalan, sejak pukul 16.00 WIB sampai 18.00 WIB.

Ditambah, adanya musik rakyat kentongan yang memberikan tontonan menarik bagi warga yang datang.

Musik kentongan merupakan musik rakyat populer khas Banyumas. Biasa, dipentaskan untuk memeriahkan acara, semisal hajatan.

"Terakhir, pentas di acara bukber (buka bersama) kemarin. Hari ini, diundang buat ngisi di sini, ngabuburitan," ungkap Nanang Eka Cahyanto, ketua Grup Musik Kentongan Satria Muda.

Grup Musik Kentongan Satria Muda beranggotakan 12 remaja yang masih duduk di bangku SMP, asal Desa Tanggeran.

Saat tampil, mereka membawakan lagu-lagu berbahasa Jawa.

Saat tampil, mereka menggunakan beberapa alat musik seperti angklung, selo mika, dan gambang.

"Kami latihan setiap malam, kalau ada job, biasanya bawain 20 lagu. Tapi, kalau acara ngabuburit seperti ini, paling 15 lagu sudah sampai buka puasa," jelasnya.

Baca juga: Suami Pembakar Istri dan Anak di Kudus Akhirnya Meninggal, Polisi Tutup Penyelidikan Kasus

Baca juga: Perpustakaan Provinsi Bentuk Tim Khusus untuk Tingkatkan Indeks Pembangunan Literasi di Jateng

Baca juga: Setahun Jadi Wali Kota Solo, Harta Kekayaan Gibran Melonjak Rp 4,1 Miliar

Baca juga: Siap Rekam Data Pemudik, Disdukcapil Purbalingga Pastikan Stok Blanko E-KTP Cukup

Sore itu, mereka berkolaborasi dengan Sanggar Tari Desa Karangsalam.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved