Berita Wonosobo
Kebakaran Rumah di Selomerto Wonosobo Tewaskan 1 Warga, Yasin Tak Mampu Melarikan Diri Karena Lumpuh
Sang anak, Yasin masih ada di dalam kamar.Anaknya itu menderita lumpuh sehingga tak mampu berjalan.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: mamdukh adi priyanto
TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO- Kebakaran rumah di Desa Balekambang, RT 006 Rw 002 Kecamatan Selomerto, Wonosobo memakan korban jiwa.
Ponisih, pemilik rumah langsung terjaga dari tidur lelapnya saat mendengar suara berisik berderak pada Rabu (2/3/2022) dini hari.
Ia pun langsung keluar dari kamar tidurnya.
Namun, ia kaget ketika api sudah menjalar dan membesar di kamar anaknya.
Baca juga: Sosialisasikan Tertib Berlalu Lintas dan Prokes, Polres Purbalingga Gelar Pertunjukan Wayang Bawor
Baca juga: Pencairan JHT Masih Mengacu Aturan Lama, Buruh Ter-PHK Kini Juga Dapat JKP
Sang anak, Yasin masih ada di dalam kamar.
Anaknya itu menderita lumpuh sehingga tak mampu berjalan.
Karena kondisinya yang lumpuh, Yasin tak bisa menyelamatkan diri.

Tubuhnya terperangkap di tengah kobaran api.
Ponisih yang panik seketika keluar rumah mencari pertolongan.
"Anaknya tidak bisa melarikan diri karena anaknya tersebut dalam keadaan lumpuh menahun," kata Kasi Humas Polres Wonosobo, AKP Slamet Prihatin, Rabu.
Baca juga: Warga Banyumas, Urus Perpanjang SIM Kini Bisa Dilakukan di Rumah. Cuku Isi Data, Tunggu SIM Dikirim
Baca juga: Meleset dari Target, BUMD Purbalingga Bukukan Deviden Minus Hampir 15 Persen. Ini Penyebabnya
Warga bahu membahu memadamkan api yang berkobar.
Sekitar pukul 02.00 WIB, api baru dapat dipadamkan sepenuhnya oleh armada pemadam kebakaran (Damkar) dibantu dengan warga sekitar.
Nahas, saat dievakuasi, nyawa Yasin tidak bisa terselamatkan.
Tubuhnya sudah hangus terbakar.
Baca juga: Merasa Belum Terima Ganti Rugi, Ahli Waris Lahan Terdampak Tol Semarang-Demak Blokade Jalan Proyek
Rumah Ponisih yang berukuran 6 x 9 meter persegi rusak berat.
Kerugian materi kurang lebih Rp 50 juta.
"Anaknya dalam kondisi meninggal dunia karena tidak dapat menyelamatkan diri sewaktu terjadi kebakaran," imbuh Slamet.(*)
Baca juga: Ada Sejak Beberapa Tahun, Data di Website 18 Kecamatan di Purbalingga Tak Pernah Baru. Ini Solusinya