Berita Cilacap

Cegah Penularan Covid, RSUD Majenang Cilacap Hanya Izinkan Pembesuk Pasien yang Sudah Vaksin

Peningkatan kasus Covid-19 membuat RSUD Majenang Cilacap menyiapkan langkah strategis meminimalkan penularan.

TRIBUNBANYUMAS/PINGKY SETIYO ANGGRAENI
Kendaraan melintas di depan RSUD Majenang Cilacap, Jumat (11/2/2022). Rumah sakit ini menjadi satu di antara rumah sakit rujukan dalam penanganan Covid-19 di Cilacap. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Peningkatan kasus Covid-19 membuat RSUD Majenang Cilacap menyiapkan langkah strategis meminimalkan penularan. Satu di antaranya, membatasi kunjungan penjenguk pasien dan mewajibkan pembesuk sudah vaksin.

Humas RSUD Majenang Fadil Sayekti menuturkan, beberapa langkah yang dipersiapkan di antaranya IGD Fast Track atau jalur khusus bagi pasien yang terinfeksi Covid-19.

"Di IGD Fast Track ini, pasien yang datang akan disambut screening awal sampai pasien masuk ruangan, di antaranya cek suhu tubuh, observasi, swab antigen maupun PCR. Jadi, jalur untuk pasien Covid-19 berbeda dari jalur pasien umum," tutur Fadil Sayekti, Jumat (11/2/2022).

Baca juga: 2 Orang Meninggal, Ini Nasib Penumpang Truk Damkar Yang Terlibat Kecelakaan di Nusawungu Cilacap

Baca juga: Warga Kemranjen dan Kebasen Banyumas Tewas dalam Kecelakaan Damkar Vs Motor di Nusawungu Cilacap

Baca juga: Tak Perlu ke Luar Kota, Warga Cilacap Cukup ke Rumah Satwa Edukasi Jika Ingin ke Kebun Binatang

Baca juga: Pedagang dan Pemilik Perahu Mengeluh, Teluk Penyu Cilacap Sepi Pengunjung Imbas Status Level 2 PPKM

Langkah lain, RSUD Majenang menyiapkan tiga ruang isolasi.

Apabila kasus Covid-19 semakin banyak, ruang isolasi pun akan ditambah.

Bahkan, bila diperlukan, jumlah tenaga kesehatan juga ditambah.

Upaya mencegah Covid-19 juga dilakukan di lingkungan RSUD, satu di antaranya membatasi jam besuk pasien.

"Jam besuk kami batasi, hanya 1-1,5 jam. Kemudian, pengunjung harus menunjukkan kartu vaksin, harus scan PeduliLindungi, screening suhu tubuh, bahkan bisa kami lakukan swab antigen di tempat juga apabila ada yang menunjukkan gejala terinfeksi Covid-19," ucapnya.

Fadil menambahkan bahwa vaksin booster yang diadakan RSUD Majenang setiap tiga kali dalam sepekan juga menjadi salah satu strategi menekan angka kenaikan Covid-19.

Dari data yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, per 10 Februari 2022, ada tiga pasien Covid-19 yang sedang menjalani perawatan di RSUD Majenang.

Menurut penuturan Fadil, ketiga pasien tersebut hanya mengalami gejala ringan, semisal demam. Bahkan, pasien tidak merasakan sesak napas.

Baca juga: PSSI Minta Maaf Garuda Muda Gagal Berlaga di Piala AFF U-23

Baca juga: Ketum PBNU Gus Yahya: Polemik Wadas Jangan Dipolitisasi, Semua Pihak Mesti Cari Jalan Keluar

Baca juga: Imbas PPKM Level 3, Pemkot Tegal Kembali Padamkan PJU di 90 Ruas Jalan. Berlaku Sebulan Penuh

Baca juga: Selamat! Sekda Herni Sulasti Dipilh secara Aklamasi Pimpin Korpri Purbalingga Periode 2022-2027

Fadil juga meminta masyarakat selalu waspada dan tidak panik. Ia menegaskan bahwa pasien akan aman dirawat di RSUD Majenang.

"Untuk masyarakat, jangan merasa panik, tetap percaya kepada kami karena kami pasti akan melakukan yang terbaik."

"Kemudian, saya minta, masyarakat agar kooperatif terhadap semua program, dan kami pastikan akan aman di RSUD Majenang karena kami memiliki jalur khusus atau IGD fast track," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved