Breaking News:

Berita Pemalang

Orangtua di Moga Pemalang Simpan Jenazah Anak 2,5 Bulan, Camat: Diduga Ikut Aliran Tertentu

Camat Moga Umroni menduga, orangtua SAR mengikuti aliran tertentu sehingga masih meyakini, anak gadisnya belum mati.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Dok Humas Polres Pemalang
Keluarga membaca doa di depan jenazah SAR (14) yang disimpan sejak 2,5 bulan lalu di keluarganya di dalam rumah mereka di Desa Plakaran, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Minggu (9/1/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PEMALANG - Kasus keluarga menyimpan 2,5 bulan jenazah anak mereka, SAR (14), di Desa Plakaran, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, mengundang perhatian pemerintah setempat.

Camat Moga Umroni menduga, orangtua SAR mengikuti aliran tertentu sehingga masih meyakini, anak gadisnya belum mati.

Umroni mengatakan, SAR adalah anak dari pasangan Rahmad (38) dan Prihati (36).

"Diduga kedua orangtua dari SAR ini mengikuti aliran tertentu yang menyebutkan bahwa anaknya belum meninggal dunia," kata Umroni, Kamis (13/1/2022).

Baca juga: Geger! 2,5 Bulan Jenazah Gadis 14 Tahun di Pemalang Disimpan di Rumah, Keluarga Percaya Masih Hidup

Baca juga: Komplotan Pencuri dari Banyumas dan Pemalang Ditangkap, Bobol Kantor Pos di Lima Tempat

Baca juga: Ganjar Apresiasi Inisiatif Polres Pemalang, Dirikan Gerai Vaksinasi Bernama Si Sambeng

Beberapa kali, menurut informasi yang didapatkan, orangtua menganti baju jenazah SAR.

Tapi, kemudian, ada warga yang melihat hal itu, kemudian melaporkan ke pihak desa.

Selanjutnya, Forkopimcam bersama kades desa setempat dan tim medis menuju ke lokasi kejadian.

"Kami langsung melakukan langkah-langkah terkait itu, di antaranya memberikan penyadaran kedua orangtua untuk segera melakukan perlakuan terhadap jenazah, seperti memandikan, disalati, dan dikuburkan secara syariat Islam," imbuhnya.

Dia berharap, tak ada kasus serupa di wilayah Moga.

Baca juga: Dibuka, Warung Dhuafa di Bojanegara Purbalingga. Warga Miskin Bisa Makan Gratis

Baca juga: Diprotes Warga Karangtengah Banjarnegara, PT Geo Dipa Hentikan Sementara Proyek Panas Bumi Dieng

Baca juga: Ganggu Saluran Air, 38 Lapak PKL di Eks Terminal Terboyo Kota Semarang Dibongkar Paksa

Baca juga: Pemprov Jateng Pastikan Tol Yogya-Bawen Tak Matikan Sektor Pertanian, Begini Penjelasannya

Umroni mengimbau masyarakat agar mewaspadai keyakinan yang diajarkan oknum-oknum yang menyebarkan pemahaman bahwa jenazah itu masih hidup, padahal sudah meninggal dunia.

"Saya meminta kepada bapak RT, RW, dan pak kadus di wilayah desa-desa untuk sering mamatau kondisi di lapangan."

"Karena, kejadian ini sampai tidak diketahui oleh masyarakat,karena keluarga tersebut jarang keluar rumah dan jarang bersosialisasi dengan masyarakat," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, warga digegerkan penyimpanan jenazah SAR.

Hasil pemeriksaan, SAR telah meninggal 2,5 bulan. Sejak saat itu, keluarga menyimpan jenazahnya di rumah karena meyakini, sang anak masih hidup. (Indra Dwi Purnomo)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved