Breaking News:

Berita Banyumas

Tak Dengarkan Klakson Kereta, Warga Somagede Banyumas Tewas Tertabrak KA Bangunkarta

Seorang pria di Banyumas tewas tertemper KA Bangunkarta relasi Yogya-Pasar Senen, Minggu (2/1/2022)

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Ilustrasi jenazah. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Hendak melintas di perlintasan kereta api, seorang pria di Banyumas tewas tertemper KA Bangunkarta relasi Yogya-Pasar Senen, Minggu (2/1/2022), sekira pukul 11.30 WIB.

Kecelakaan terjadi di Km 415 +5/6, di petak Stasiun Sumpiuh-Tambak.

Korban adalah Edi Saputro (30), warga RT 07 RW 02, Desa Klinting, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas.

Berdasarkan informasi dari masinis, korban saat itu akan menyeberang di jalur kereta api.

"Masinis sudah membunyikan semboyan 35 akan tetapi korban tidak mengindahkan akhirnya tertemper kereta api," ujar Manager Humas Daop V Purwokerto Ayep Hanapi dalam keterangannya yang diterima, Minggu.

Baca juga: Marah Ditagih Utang Rp 4 Juta, Pria Warga Kemranjen Banyumas Bekap dan Setrum Pacar hingga Tewas

Baca juga: Dishub Banyumas Minta Maaf, Trans Banyumas Tidak Beroperasi Sementara sampai Akhir Januari 2022

Baca juga: Sepanjang 2021 Terjadi 426 Kasus Kejahatan di Banyumas, Kapolresta: Turun 41,4% Dibanding Tahun 2020

Baca juga: Biaya Rapid Test Antigen di Stasiun Daop 5 Purwokerto Turun Jadi Rp 35 Ribu, Berlaku Mulai 1 Januari

Ayep mengatakan, korban meninggal dunia dan dibawa ke Puskesmas Sumpiuh, Banyumas.

"Kru sudah merapat ke TKP, banyak juga kerumunan warga korban selanjutnya dibawa ke Puskesmas Sumpiuh dan ditangani Polsek Sumpiuh," imbuhnya.

Ayep mengatakan, PT KAI Daop 5 Purwokerto mengajak seluruh pengguna jalan bersama-sama menaati rambu-rambu yang ada serta lebih waspada saat akan melintasi perlintasan sebidang kereta api.

Sesuai UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 124 menyatakan, pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api.

Sementara, dalam UU 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 114 menyebutkan, pada pelintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi kendaraan wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai di tutup, dan/atau ada isyarat lain serta mendahulukan kereta api

Sementara, sesuai PM 36 Tahun 2011 tentang Perpotongan Dan/Atau Persinggungan Antara Jalur Kereta Api dengan Bangunan Lain pada Pasal 6 ayat 1 menyebutkan bahwa pada perlintasan sebidang, kereta api mendapat prioritas berlalu lintas.

Total, perlintasan sebidang di wilayah Daop 5 Purwokerto sebanyak 195, yang terbagi menjadi perlintasan sebidang terjaga 109, tidak terjaga 86. (Tribunbanyumas/jti)

Baca juga: Suasana Nobar Final Piala AFF 2020 di Rumah Pratama Arhan, Ibu Ikut Nonton meski Terbaring Sakit

Baca juga: Kasus Omicron Tembus 136, Kemenkes Imbau Warga Tak Kunjungi Turki dan Arab Saudi. Ini Alasannya

Baca juga: Hasil Piala AFF 2020: Indonesia Jadi Runner Up, Pratama Arhan Dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik

Baca juga: Lagi, Petugas Lapas Semarang Temukan Bola Tenis di Branggang. Saat Dibuka, Berisi 58,79 Gram Sabu

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved