Breaking News:

Berita Kesehatan

Kasus Omicron Tembus 136, Kemenkes Imbau Warga Tak Kunjungi Turki dan Arab Saudi. Ini Alasannya

Kemenkes mengimbau masyarakat tidak bepergian ke negara-negara dengan transmisi penularan Omicron yang tinggi.

Editor: rika irawati
IRNA
Ilustrasi Virus Corona 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Hingga Minggu (2/1/2022), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia mencatatkan 136 kasus Omicron.

Kemenkes pun mengimbau masyarakat tidak bepergian ke negara-negara dengan transmisi penularan Omicron yang tinggi.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi mengatakan, negara-negara yang dimaksud di antaranya Turki, Arab Saudi, dan Amerika Serikat.

"Jangan egois, harus bisa menahan diri untuk tidak bepergian dulu ke negara dengan transmisi penularan Covid-19 yang sangat tinggi, seperti Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, dan Amerika Serikat," kata Nadia dikutip dari Kompas.com, Minggu.

Baca juga: Mayoritas Kasus Omicron di Indonesia Tak Bergejala, Dokter FKUI Ungkap Efektivitas Vaksinasi Covid

Baca juga: Kasus Omicron di Indonesi Bertambah Jadi 5, 2 Kasus Terbaru Merupakan Pelaku Perjalanan dari London

Baca juga: Cegah Varian Omicron Masuk Jateng, Gubernur Ganjar Minta Warga di Rumah Saja saat Libur Nataru

Baca juga: Liga Inggris Tunda 19 Pertandingan setelah Banyak Pemain dan Staf Klub Terpapar Corona Omicron

Imbauan ini bukan tanpa alasan. Nadia mengatakan, pada Jumat (31/12/2021), Kemenkes mencatat 68 kasus baru Omicron.

Kasus baru ini berasal dari pelaku perjalanan luar negeri dan 11 di antaranya merupakan WNA.

"Semua kasus merupakan pelaku perjalanan luar negeri dengan asal negara kedatangan paling banyak dari Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, dan Amerika Serikat," ujar dia.

Dari 68 kasus Konfirmasi Omicron tersebut, sebanyak 29 orang tidak memiliki gejala, 29 orang sakit dengan gejala ringan, satu orang sakit dengan gejala sedang, dan sembilan orang lain tanpa keterangan.

Data WHO, dari penghitungan prediksi peningkatan kasus akibat Omicron dibandingkan dengan Delta dan mempertimbangkan tingkat penularan serta risiko keparahan, hasilnya adalah kemungkinan akan terjadi peningkatan penambahan kasus yang cepat akibat Omicron.

Namun, hal ini diiringi tingkat penggunaan tempat tidur rumah sakit atau ICU yang lebih rendah dibandingkan dengan periode Delta.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved