Berita Jawa Tengah

Kanopi Hanyalah Bagian Simbol, Sikap Toleransi Umat Beragama Sudah Terjalin Lama di Winong Pati

Jalan selebar sekira lima meter itu menjadi “penghubung” sekaligus “pembatas” antara masjid dan Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Winong Pati.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/MAZKA HAUZAN NAUFAL
Jemaah salat Jumat Masjid Al-Muqorrobin Desa Winong, Kecamatan Pati, memadati jalan yang menjadi "pembatas" sekaligus "penghubung" antara bangunan masjid dengan Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Winong, Jumat (24/12/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI - Seiring lantunan azan dari pengeras suara, jemaah salat Jumat perlahan mulai memenuhi Masjid Al Muqorrobin di Jalan Kolonel Sunandar Gang VI, Desa Winong, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Jumat (24/12/2021) siang.

Tak hanya bagian dalam masjid, jemaah salat Jumat juga menempati terpal biru yang digelar di jalan umum depan masjid.

Baca juga: Kelompok Wanita di Pati Ini Dapat Penghasilan Tambahan Meski di Rumah Saja, Bercocok Tanam Organik

Baca juga: Hadiah Pemkab Buat Persipa Pati - Tahun Depan Gelontorkan Anggaran Rp 2 Miliar, DPRD Sudah Sepakat

Baca juga: Vaksinasi Anak di Pati Belum Bisa Dilakukan, Harus Selesaikan Target Kumulatif 70 Persen

Baca juga: Jadi Juara Liga 3 Zona Jateng, Persipa Pati Digelontor Dana Rp 2 Miliar dari DPRD Pati

Jalan selebar sekira lima meter itu menjadi “penghubung” sekaligus “pembatas” antara masjid dan Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Winong yang berada tepat di depannya.

Di atas jalan tersebut terdapat kanopi yang menaungi.

Kanopi itu menempel pada bangunan masjid dan gereja, saling terhubung.

Sebelum azan kedua dikumandangkan, hanya beberapa langkah dari jemaah masjid yang tengah menunaikan salat sunah, tampak beberapa orang di pelataran gereja tengah menata dekorasi Natal.

Pendeta GKMI Winong, Didik Hartono mengatakan, kanopi yang menghubungkan masjid dan gereja menjadi simbol kerukunan antarumat beragama.

"Kanopi ini jadi wujud persatuan, persaudaraan."

"Dahulu yang punya inisiatif teman-teman dari masjid."

"Sekira 6 atau 7 tahun lalu."

"Takmir masjid menyampaikan rencana untuk membuat kanopi yang satu sisinya menempel di gereja," ujar dia kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (24/12/2021).

Pendeta Didik setuju.

Menurutnya, yang penting secara teknis tidak mengganggu jalan umum.

Selain sebagai simbol persatuan, kanopi itu juga secara praktis berguna bagi masjid maupun gereja.

"Kalau kami ada acara, tidak perlu lagi pasang tenda atau tratak."

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved