Berita Jateng
Memasuki Musim Penghujan, Dinkes Jateng Minta Warga Mewaspadai DBD dan Leptospirosis
Dinkes Jawa Tengah meminta masyarakat mewaspadai penyakit yang muncul saat musim penghujan, di antaranya demam berdarah dengue.
Penulis: m zaenal arifin | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Memasuki musim penghujan ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Tengah meminta masyarakat mewaspadai penyakit yang muncul saat musim penghujan, di antaranya demam berdarah dengue (DBD).
Dari data Dinkes Jateng periode Januari-September 2021, terdapat 2.170 kasus DBD di 35 kabupaten/kota.
Dari jumlah tersebut, 56 penderita meninggal dunia.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Jateng, Irma Makiah mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan dinkes di 35 kabupaten/kota.
Koordinasi itu untuk memantapkan strategi pengendalian penyakit, utamanya penyakit tular vektor dan zoonosis atau penyakit yang dibawa oleh hewan.
Penyakit ini termasuk yang rentan terjadi saat pancaroba.
"Pergantian musim ini memang harus diwaspadai, utamanya demam berdarah. Karena itu, masyarakat diimbau mengantisipasi," kata Irma dalam keterangannya, Selasa (23/11/2021).
Baca juga: Ada Ikan Hias di Bak Penampungan Air Rumah Warga Bawang Banjarnegara, Pemberian RSI untuk Cegah DBD
Baca juga: Musim Penghujan Datang, Dinkes Batang Minta Warga Mewaspadai DBD
Baca juga: Hasil Tes Genome Sequencing Sudah Keluar, Dinkes Jateng: Varian Delta Baru Ditemukan di Kudus
Baca juga: Sudah Diputuskan Gubernur Ganjar, Upah Minimun Jateng Tahun 2022 Naik 0,78 Persen
Menurutnya, diperlukan kesiapsiagaan logistik, baik dari provinsi maupun dari kabupaten atau kota.
Selain itu, katanya, juga diperlukan pemberdayaan masyarakat untuk ikut menanggulangi vektor nyamuk atau tikus.
"Lalu, untuk kader juru pemantau jentik (Jumantik), termasuk di tingkat sekolah, karena PTM sudah mulai berjalan. Itu perlu koordinasi lintas sektor," ucapnya.
Ditambahkan Irma, untuk mencegah penyakit DBD, warga disarankan melakukan pola hidup sehat dan melakukan aktivitas 3M, yaitu menguras, menutup tampungan air, dan mengubur barang yang berpotensi menampung air.
"Jika menemukan gejala demam dengue, misalnya demam, mual, pusing, nyeri perut, kami minta warga segera memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat."
"Terkait adanya pihak yang menyelenggarakan fogging mandiri, sebaiknya tetap berkoordinasi melalui Puskesmas setempat," imbaunya.
Baca juga: Vaksinasi Covid Tercapai 70 Persen, Bupati Banyumas: Harusnya, PPKM Turun dari Level 2 ke Level 1
Baca juga: Pemkab Purbalingga Bersiap Buka Mal Pelayanan Publik, Ditarget Operasi Mulai Juni 2022
Baca juga: Pabrik Kacang Dua Kelinci di Pati Terbakar, Api Diduga Muncul dari Oven yang Meledak
Baca juga: Tim Cagar Budaya Karanganyar Evakuasi Yoni Diduga Cagar Budaya, Telantar di Pinggir Jalan Jaten
Tak hanya DBD, Irma juga meminta warga mewaspadai penyakit Leptospirosis saat intensitas hujan meningkat.
Sebab, hingga September, sudah ada 184 kasus dengan kematian mencapai 35 kasus.