Berita Kuliner Hari Ini

Telur Asin Masir Khas Tegal Masih Jadi Primadona, Fajar Sebut Tiap Pekan Bisa Jual 3.000 Butir

Untuk mendapatkan telur asin masir yang bagus itu tergantung pada pembuatan adonan antara tanah dan garam. 

TRIBUN BANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Fajar Sukmanda, menunjukkan hasil produksi telur asin masir buatannya dalam Pameran UMKM Kota Tegal di Hotel Bahari Inn Tegal, Rabu (17/11/2021). 

Tetapi untuk mendapatkan telur asin masir yang bagus itu tergantung pada pembuatan adonan antara tanah dan garam. 

Karena setiap perajin memiliki takaran dan resep yang berbeda-beda. 

"Yang bagus itu warnanya oranye."

"Kalau orang Tegal bilang nge-lenga atau berminyak," ujarnya. 

Penjualan Turun Drastis

Fajar mengatakan, usaha telur asinnya sempat jatuh di awal kedatangan pandemi Covid-19. 

Penjualannya menurun drastis dampak dari penutupan Objek Wisata Guci. 

Ia bercerita, sebelum pandemi Covid-19 penjualan telur asinnya sebanyak 5.000 butir per minggu. 

Kemudian karena pandemi Covid-19 menurun drastis menjadi 1.000 butir per minggu. 

"Awal pandemi itu terjun bebas."

"Karena banyak toko oleh-oleh yang tardampak dan tutup," katanya. 

Tetapi, menurut Fajar, di tahun kedua pandemi Covid-19 ini penjualan telur asinnya mulai meningkat. 

Penjualan memperlihatkan grafik yang bagus dibandingkan di tahun pertama pandemi Covid-19. 

Saat ini ia dapat menjual sebanyak 3.000 butir per minggu. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved