Hoax
GEGER Video Soto Mayat Mahasiswi di Wonosobo, Ditonton 845 Ribu Kali, Diskominfo: Itu Hoax!
Video cerita AI soal soto mayat di Wonosobo viral dan meresahkan. Diskominfo pastikan itu hoaks.
Penulis: Imah Masitoh | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Wonosobo menegaskan bahwa video viral di YouTube yang bercerita tentang warung soto di Wonosobo yang menggunakan mayat mahasiswi sebagai bahan masakan adalah Hoax. Konten cerita fiksi yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI) ini telah ditonton lebih dari 845 ribu kali dan menimbulkan keresahan luas di tengah masyarakat.
Kepala Diskominfo Wonosobo, Khristiana Dhewi, menyatakan pihaknya telah menerima banyak laporan terkait video meresahkan tersebut, termasuk dari para pedagang soto yang merasa dirugikan.
Kisah Horor Fiktif 'Soto Mayat'
Baca juga: Jadi Korban Hoaks, PWI LS Ikut Kena Getah Kasus Penjarahan Rumah Ahmad Sahroni
Video yang diunggah oleh channel YouTube "Cerita Pendek 365" pada 18 Agustus 2025 itu menyajikan narasi horor yang mengerikan. Dengan format animasi bercerita, video tersebut mengisahkan sebuah warung soto sederhana di Wonosobo yang menyimpan rahasia kelam.
Diceritakan bahwa selama dua bulan, masyarakat tanpa sadar menyantap soto dengan kuah "aneh tapi nikmat" yang ternyata berasal dari mayat seorang mahasiswi. Video tersebut bahkan diberi label "kisah nyata", yang membuat banyak penonton salah paham.
Warganet Resah dan Marah
Video Soto Mayat ini sontak mengundang ribuan komentar. Banyak warganet, terutama warga asli Wonosobo, yang mengecam konten tersebut karena mencemarkan nama baik daerah mereka yang dikenal damai.
"Saya orang Wonosobo asli 55 tahun, nggak pernah dengar ada seperti itu. Wonosobo kota yang indah damai, tempat wisata, tolong jangan dinodai," tulis salah seorang warganet dalam kolom komentar.
Diskominfo: Merusak Citra Wonosobo
Khristiana Dhewi menegaskan bahwa konten semacam ini sangat berbahaya karena tidak semua masyarakat paham dan bisa membedakan antara fiksi AI dan realita.
"Ini meresahkan pedagang Soto. Kalau ini ditelan mentah, pasti akan membuat mereka (wisatawan) nggak mau berkunjung ke Wonosobo. Perasaan ngeri juga cerita di video itu," tegasnya, Kamis (4/9/2025).
Pihak Diskominfo telah mengambil sejumlah langkah, termasuk berkoordinasi dengan Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia), melapor ke Kementerian Kominfo, dan berencana menyurati pihak YouTube secara resmi untuk menurunkan konten tersebut.
Sebagai langkah pencegahan ke depan, Diskominfo akan menggelar pelatihan literasi digital untuk aparat desa dan komunitas agar lebih tanggap dalam mendeteksi hoaks. "Harapan saya masyarakat bijak bermedia sosial, tidak langsung telan mentah informasi apapun," pungkasnya. (ima)
| Resmi Aturan Baru, 6 Jenis Pekerjaan yang Boleh Memperkerjakan Outsourcing |
|
|---|
| Daftar Harga Kambing Kurban di Pasar Hewan Kebumen, Rp 3,5 Juta Sudah Super |
|
|---|
| Beto Goncalves Bidik Akhir Manis: Siap Persembahkan Kemenangan PSIS dari PSS Sleman |
|
|---|
| Kecaman Dunia Memuncak: Israel Cegat Kapal Bantuan ke Gaza di Perairan Yunani, 211 Aktivis Diculik |
|
|---|
| Pemprov Gelar CJIBF 2026, Libatkan 30 Investor dan 75 UMKM Unggulan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20250904-Kadiskominfo-Wonosobo-Khristiana-Dhewi.jpg)