Berita Jawa Tengah
Resmi, Janggalan Jadi Desa Wisata di Kudus, Karena Ini Hartopo Sebut Sebagai Jerussalem van Java
Janggalan yang letaknya strategis atau termasuk desa yang berada di dekat Menara Kudus turut menyokong budaya inti Kudus.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Pemkab Kudus telah meresmikan Desa Janggalan, Kecamatan Kota Kudus sebagai desa wisata.
Dengan segenap potensi budaya yang ada di dalamnya, desa tersebut menawarkan warisan masa lalu yang sarat nilai silang budaya.
Janggalan yang letaknya strategis atau termasuk desa yang berada di dekat Menara Kudus turut menyokong budaya inti Kudus.
Baca juga: Terciduk di Tempat Karaoke saat Tugas, Seorang Polisi Anggota Polres Kudus Terancam Sanksi Disiplin
Baca juga: Lagi! 4500 Vial Vaksin Astrazeneca di Kudus Terancam Kedaluwarsa November Ini
Baca juga: Banpol Rp 2.500 Per Suara Dianggap Kurang, Parpol di DPRD Kudus Sepakat Minta Naik 200 Persen
Baca juga: 17 Tempat Karaoke di Kudus Disegel, Bupati Minta Aliran Listrik Ikut Diputus
Janggalan sebagai penggerak, bersama dengan desa-desa lain yang ada di sekitar Menara berikut segenap warisan budayanya akhirnya disimpulkan bahwa kawasan tersebut sebagai Jerussalem van Java.
Bupati Kudus, HM Hartopo berharap, pesona Desa Janggalan mampu menarik wisatawan untuk berkunjung.
Karena kawasan ini layaknya Jerussalem dari Jawa yang dimiliki Kabupaten Kudus dengan berbagai perpaduan unsur budaya dan peradabannya.
"Dengan julukan Jerussalem Van Java-nya Kudus, semoga Desa Janggalan dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke sini."
"Karena peninggalan sejarah di sini sangat banyak sekali yang di daerah lain belum tentu memiliki," ujar Hartopo kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (10/11/2021) malam.
Potensi warisan dari masa lalu yang sarat nilai silang budaya itu mematerial dalam bentuk ornamen arsitektur yang ada di kawasan tersebut.
Kata Hartopo, arsitektur itu dipengaruhi oleh peradaban Jawa dengan Hindu, Arab, Cina, dan Eropa.
"Terbukti dengan bermacam bentuk artefak dari sebuah peninggalan zaman dahulu sesuai perpaduan unsur budayanya."
"Termasuk rumah joglo zaman kuno dengan sentuhan ukiran khasnya , makam Mbah Djenggolo, masjid dan sebagainya yang masih asli bentuk artefaknya sesuai peradabannya," kata dia.
Hartopo berharap pemerintah desa dapat mengatur dengan baik agar keberadaan desa wisata dapat memberikan dampak positif bagi masyarakatnya.
"Harus di-manage sebaik-baiknya potensi yang ada ini."
"Itu supaya dapat memberikan dampak lebih besar bagi masyarakat, baik dari segi ekonomi, sosial, maupun budaya," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/desa-wisata-jenggalan.jpg)