Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Jateng

Jateng Targetkan Investasi Rp99 Triliun, Ahmad Luthfi: Saya Jamin Tidak Ada Premanisme!

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah saat ini sedang mengejar target investasi senilai Rp99 triliun pada tahun 2026.

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Rustam Aji
Tribun Jateng/iwan Arifianto
JAMIN TAK ADA PREMANISME- Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menjamin tidak ada praktik premanisme di Jateng, dalam diskusi Tribun Topic, Kota Semarang, Jumat (8/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menjamin tidak ada praktik premanisme yang bakal menganggu iklim investasi di Jawa Tengah.
  • "Saya jamin tidak ada premanisme di Jateng," kata Ahmad Luthfi kepada Tribunjateng.com, saat podcast Tribun Topic di Kantor Tribun Jateng, Kota Semarang, Jumat (8/5/2026).
  • Pemprov Jateng saat ini sedang mengejar target investasi senilai Rp99 triliun pada tahun 2026. Pada triwulan I 2026, angka capaian investasi di angka Rp23,02 triliun atau sekitar 23 persen dari target.

TRIBUNBANYUMAS.COM,SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memberikan jaminan tegas bahwa wilayahnya bersih dari praktik premanisme guna menjaga iklim investasi.

Kepastian keamanan ini disebut sebagai syarat mutlak bagi para investor untuk menanamkan modal di Jawa Tengah.

"Saya jamin tidak ada premanisme di Jateng," kata Ahmad Luthfi kepada Tribunjateng.com, saat podcast Tribun Topic di Kantor Tribun Jateng, Kota Semarang, Jumat (8/5/2026).

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah saat ini sedang mengejar target investasi senilai Rp99 triliun pada tahun 2026. Pada triwulan I 2026, angka capaian investasi di angka Rp23,02 triliun atau sekitar 23 persen dari target.

Menurut Luthfi, target investasi bakal tercapai jika wilayah tersebut dalam kondisi kondusif seperti tidak  premanisme dan konflik berlarut. Ia menilai, Jateng sudah memenuhi syarat itu. Daya dukung lainnya juga terpenuhi seperti upah buruh yang kompetitif, jaminan kepastian hukum terjamin dan memiliki wilayah yang luas.
"Terakhir, dari segi perizinan, kami memiliki one gate system (sistem satu pintu) terutama soal energi terbarukan, ini yang menarik sehingga Jateng menjadi tujuan investasi baik nasional maupun internasiona," ujarnya.

Baca juga: Ribuan Pelari dari 44 Negara Ramaikan Red Dress Run, Sport Tourism Jateng Kian Mendunia

Ia menyebut, kepala daerah baik wali kota dan bupati  termasuk dirinya sebagai gubernur wajib menjadi manajer marketing bagi daerahnya.

Ia mencontohkan , ketika diundang ke Cina dalam paparan investasi di Jateng, maka semaksimal mungkin memasarkan Jateng kepada investor di sana. "Hasilnya, banyak investor Cina masuk ke Jateng," ujarnya.

Dari Rp23,02 triliun investasi yang masuk Jateng pada triwulan I tahun 2026 ini,  Cina masuk sebagai lima besar negara investasi paling banyak di Jateng dengan rincian  Singapura nilai investasi Rp3,33 triliun, Hongkong Rp3,22 triliun, Cina Rp2,14 triliun, Jepang Rp1,85 triliun, Korea Selatan Rp0,52 triliun.

Inovasi Perizinan dan Aglomerasi Ekonomi 

Selain faktor keamanan, Pemprov Jateng mengandalkan one gate system (sistem satu pintu) untuk mempermudah perizinan, terutama pada sektor energi terbarukan yang kini menjadi daya tarik internasional.

Untuk memacu pertumbuhan ekonomi baru, Gubernur juga mendorong sistem aglomerasi seperti Solo Raya, Pati Raya, hingga Pekalongan Raya. Strategi ini diharapkan membuat daerah saling bahu-membahu menciptakan kawasan ekonomi yang terintegrasi.

"Jateng tidak bisa berdiri sendiri. Kami juga mengajak provinsi lain untuk berkolaborasi melalui kerja sama Business-to-Business (B2B)," pungkasnya. (Iwn)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved