Breaking News:

Berita Salatiga

Sudah 45 Kali Gempa Swarm Dirasakan di Salatiga dan Sekitarnya, Ini Saran BMKG

Hingga Rabu (10/11/2021) pukul 07.00 WIB, BMKG mencatat, total terjadi 45 kali gempa, sejak awal gempa dirasakan, pertengahan Oktober lalu.

Editor: rika irawati
Shutterstock
Ilustrasi gempa 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Gempa swarm masih berlangsung di wilayah Ambarawa dan Salatiga.

Hingga Rabu (10/11/2021) pukul 07.00 WIB, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, total terjadi 45 kali gempa, sejak awal gempa dirasakan, pertengahan Oktober lalu.

Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara Setyoajie Prayoedhie mengatakan, gempa terbaru terjadi Selasa (9/11/2021) pukul 23.12 WIB di wilayah Ambarawa.

"Hasil analisis BMKG menunjukkan, gempa ini memiliki magnitudo M 2,8. Episenter terletak pada koordinat 7.29 LS dan 110.42 BT tepatnya di darat pada jarak 4 kilometer arah timur Ambarawa-Jawa Tengah dengan kedalaman 17 kilometer," terang Setyoajie dikutip dari Kompas.com, Rabu.

Baca juga: Tiga Kelas SD Negeri Kupang 1 Kabupaten Semarang Rawan Ambrol, Atap Retak Dampak Gempa Swarm

Baca juga: Warga Ambarawa Kabupaten Semarang Kembali Rasakan Gempa, Tiga Pekan Terakhir Terjadi 41 Guncangan

Baca juga: Inilah Sekar, Siswi SD Kelas V yang Bikin Gubernur Ganjar Bergidik - Atlet Taekwondo Asal Ungaran

Baca juga: Gempa Swarm di Salatiga Sekitarnya, Ahli Geologi Unsoed Purwokerto: Butuh Waktu Berhenti

Setyoajie mengatakan, memperhatikan magnitudo, lokasi episenter, dan kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempa yang terjadi merupakan bagian dari rangkaian aktivitas gempa swarm ke-45 yang terjadi di Ambarawa dan sekitarnya.

"Guncangan gempa swarm ini dirasakan di Ambarawa dalam skala intensitas II MMI atau getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang," ungkapnya.

Dia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Selain itu, juga agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa," kata Setyoajie.

Setyoajie juga meminta masyarakat untuk memeriksa dan memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa.

"Ataupun, tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah," tegasnya.

"Pastikan, informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi, jangan mudah memercayai hoaks atau kabar yang tidak benar," kata Setyoajie. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BMKG Catat Ada 45 Kali Aktivitas Gempa di Salatiga dan Sekitarnya".

Baca juga: Polres Purbalingga Luncurkan Mobil Vaksin Jemput Bola, Sambangi Warga yang Tak Bisa ke Sentra Vaksin

Baca juga: Januari-November 2021 41 Ibu Hamil di Brebes Meninggal Terpapar Covid, Bupati: Semua Belum Divaksin

Baca juga: Jelang Pilkades Serentak 15 Desember 2021, Polresta Banyumas Petakan Desa Rawan Konflik

Baca juga: Pemkab Purbalingga Bakal Lakukan Penyesuaian NJOP PBB untuk Tingkatkan PAD Tahun 2022

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved