Berita Semarang
Tiga Kelas SD Negeri Kupang 1 Kabupaten Semarang Rawan Ambrol, Atap Retak Dampak Gempa Swarm
Kegiatan belajar mengajar (KBM) di SD Negeri Kupang 1 Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, terpaksa dilakukan menggunakan sistem bergantian.
TRIBUNBANYUMAS, UNGARAN - Kegiatan belajar mengajar (KBM) di SD Negeri Kupang 1 Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, terpaksa dilakukan menggunakan sistem bergantian.
Ini dilakukan lantaran tiga ruang kelas rawan ambrol setelah terlihat retakan di tulangan atap.
Guru SD Negeri Kupang 1, Agustin mengatakan, kerusakan ini terjadi akibat gempa swarm beberapa waktu lalu.
Selain retak, atap juga melengkung. Akibatnya, pihak sekolah menggunakan bambu untuk menyangga.
Menurut Agustin, pemasangan bambu tersebut sebagai antisipasi agar atap ruang kelas tersebut tidak ambrol.
Ada tiga atap ruang kelas yang terdampak, masing- masing kelas III A, III B, dan kelas IV A.
Baca juga: Gempa Tak Lagi Terasa, BPBD Kabupaten Semarang Belum Bongkar Tenda Darurat di RSUD Ambarawa
Baca juga: Sudah Terjadi 24 Kali Gempa Susulan, BMKG Sebut Gempa Salatiga Ambarawa Masuk Kategori Swarm
Baca juga: Bandar Arisan Online di Ambarawa Kabur Bawa Uang Setoran, Anggota dari Kabupaten Semarang hingga TKW
Baca juga: Pilih Cari Ikan, Nelayan Rawa Pening Kabupaten Semarang Dikejar hingga Tengah Rawa untuk Divaksin
Selain atap, kerusakan juga terjadi di balok beton atau konstruksi tulang penyangga atap retak, dan dinding ruang kelas juga mengalami retak.
"Karena itu, tiga ruangan tempat belajar 90 siswa, sementara dikosongkan dan diatur penjadwalannya dengan sebagian masuk pagi dan sebagian masuk siang," kata Agustin saat ditemui, Selasa (2/11/2021).
Dia menuturkan, ada wacana untuk regrouping sekolah antara SD Negeri Kupang 1 dengan SD Negeri Kranggan.
Namun, berdasarkan musyawarah dengan orangtua murid, mereka keberatan karena jaraknya agak jauh, sekitar satu kilometer.
Dengan kondisi tersebut maka pilihannya adalah mengoptimalkan ruang kelas yang masih ada dan masih aman dari dampak gempa.
"Tapi, karena kondisi tersebut, siswa ada yang masuk pagi dan siang," kata Agustin.
Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Semarang Joko Sriyono mengatakan, telah melakukan monitoring dan melihat langsung kerusakan bangunan fasilitas pendidikan tersebut.
Baca juga: UNS Tugaskan Tim Penasihat Hukum Dampingi Mahasiswa yang Diperiksa Polisi Terkait Diklat Maut Menwa
Baca juga: Wonosoco Diterjang Banjir, Bupati Kudus Tuding Kondisi Gundul Pegunungan Kendeng Jadi Pemicu
Baca juga: Belasan Warga di Tuban Hilang di Sungai Bengawan Solo, Hanyut saat Perahu Penyeberangan Terbalik
Baca juga: Salam dari Binjai Melanda Anak-anak di Salatiga: Tinju Pohon Pisang Warga di Domas hingga Ambruk
"Ruang kelas di SDN Kupang 01 memang harus dikosongkan karena konstruksinya sudah membahayakan guru dan murid," ungkapnya.
Dari hasil monitoring diketahui konstruksi penyangga atapnya sudah retak sehingga harus disangga dengan bambu.
"Kondisi ini sudah dilaporkan ke Ketua DPRD Kabupaten Semarang dan harapannya bisa diteruskan ke Badan Anggaran untuk segera dibahas direalisasi rehab bangunannya," kata Joko. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Atap SD di Kabupaten Semarang Retak, Disangga Bambu agar Tak Ambrol".