Berita Kudus
Wonosoco Diterjang Banjir, Bupati Kudus Tuding Kondisi Gundul Pegunungan Kendeng Jadi Pemicu
Banjir bandang menerjang wilayah Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Selasa (2/11/2021).
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rika irawati
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Banjir bandang menerjang wilayah Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Selasa (2/11/2021).
Bupati Kudus HM Hartopo menyebut, kejadian ini dipicu kritisnya lahan Pegunungan Kendeng di wilayah tersebut.
Dalam bencana alam tersebut, dua rumah ambruk dan puluhan lainnya rusak.
Sebelum kejadian, hujan deras melanda Wonosoco.
Kondisi ini membuat sungai di wilayah tersebut meluap dan menerjang permukiman.
Baca juga: Waduh! 4 Ribu Dosis Vaksin AstraZeneca di Kudus Kedaluwarsa
Baca juga: Potensi Patahan Kendeng Bisa Munculkan Gempa 6 SR, BPBD Kudus Bentuk Destana Wonosoco
Baca juga: Capai Vaksinasi Lansia di Kudus Masih Rendah, Bupati Hartopo Minta Camat Mulai Bikin Target
Baca juga: PDIP Kudus Targetkan Bisa Dapat 19 Kursi Legislatif, Masan: Insya Allah Sudah Rasional
Hartopo mengatakan, kondisi Pegunungan Kendeng yang gundul dia ketahui saat melakukan pemantauan dari udara, beberapa waktu lalu.
Dari situ, dia menyaksikan parahnya kondisi alam pegunungan tersebut.
"Memang, kalau dilihat dari atas, banyak yang gundul. Tentu ini butuh perhatian," kata Hartopo, Rabu (3/11/2021).
Hartopo mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya bencana yang acap kali menerjang Wonosoco adalah reboisasi.
Namun, berhubung wilayah pegunungan tersebut juga meliputi Kabupaten Grobogan dan Pati, tentu butuh koordinasi lintas daerah.
"Koordinasi dengan Grobogan dan Pati, serta pihak swasta, nanti akan bagaimana supaya bisa reboisasi," ujarnya.
Gundulnya Pegunungan Kendeng, kata Hartopo, mengakibatkan air hujan tak bisa terserap tanah dan langsung turun ke bawah, ke wilayah permukiman.
Baca juga: Belasan Warga di Tuban Hilang di Sungai Bengawan Solo, Hanyut saat Perahu Penyeberangan Terbalik
Baca juga: Salam dari Binjai Melanda Anak-anak di Salatiga: Tinju Pohon Pisang Warga di Domas hingga Ambruk
Baca juga: Jenazah TKW Asal Blitar Terkatung-katung di Taiwan, 1,5 Bulan Belum Bisa Dipulangkan
Baca juga: Jalani Perawatan Kanker Prostat di AS, SBY Didampingi Tim Dokter Kepresidenan
Selain mengakibatkan banjir, kondisi ini juga bisa mengakibatkan pendangkalan sungai lantaran air juga membawa material dari pegunungan.
"Ketika curah hujan tinggi, ditambah abrasi tanah yang ikut turun, membuat pendangkalan sungai," kata dia.
Perihal reboisasi, lanjut Hartopo, pihaknya juga akan koordinasi dengan Perhutani. Sebab, wilayah pegunungan tersebut merupakan wewenang Perhutani. (*)