Berita Jawa Tengah

Potensi Patahan Kendeng Bisa Munculkan Gempa 6 SR, BPBD Kudus Bentuk Destana Wonosoco

Kalakhar BPBD Kabupaten Kudus, Budi Waluyo mengatakan, aktivitas Patahan Kendeng berpotensi mengakibatkan gempa sampai 6 skala richter (SR).

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/RIFQI GOZALI
Kalakhar BPBD Kabupaten Kudus, Budi Waluyo. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - BPBD Kabupaten Kudus berencana akan membentuk Desa Tanggap Bencana (Destana) di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan.

Sebab, desa yang terletak di Perbukitan Kendeng itu berisiko tinggi ketika terjadi aktivitas di patahan atau Sesar Kendeng.

Kalakhar BPBD Kabupaten Kudus, Budi Waluyo mengatakan, aktivitas Patahan Kendeng berpotensi mengakibatkan gempa sampai 6 skala richter (SR).

Baca juga: PDIP Kudus Targetkan Bisa Dapat 19 Kursi Legislatif, Masan: Insya Allah Sudah Rasional

Baca juga: Siap Terapkan BPJS Kesehatan Nonkelas, RSUD Loekmonohadi Kudus Mulai Datangkan Tempat Tidur Elektrik

Baca juga: Hartopo Beberkan Alasan Pemkab Kudus Kesulitan Kembangkan Museum Purbakala Patiayam, Karena Ini

Baca juga: Bupati Hartopo Targetkan Pembangunan MPP Kudus Selesai Akhir Tahun, Pekan Depan Mulai Pengecoran

Tentu ini bisa membahayakan jika tidak dilakukan mitigasi atau kesiapsiagaan dari sejak sebelumnya.

"Kalau saat ini baru antisipasi berupa sosialisasi terkait potensi gempa yang bisa terjadi di Kudus," kata Budi kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (29/10/2021).

Budi mengatakan, saat ini memang yang perlu diwaspadai yakni Sesar Kendeng.

Kendati ada laporan yang pihaknya terima jika patahan tersebut sudah mengalami aktivitas, meski skalanya masih sangat kecil.

"Paling potensial ketika Sesar Kendeng gempa yaitu di wilayah Undaan, kami akan buat Destana di Wonosoco di Lereng Gunung Kendeng."

"Agar masyarakat untuk siap siaga dalam mitigasi untuk penanggulangan," katanya.

Selain Sesar Kendeng, potensi gempa tektonik yang menghantui Kudus yakni ketika terjadi aktivitas di Sesar Muria.

Hanya saja, kata Budi, tingkat risikonya lebih tinggi Sesar Kendeng.

Dilansir dari lipi.go.id, Sesar Kendeng membentang di sepanjang Pantai Utara Jawa dari Surabaya, Semarang, sampai Cirebon.

Sesar Kendeng sampai saat ini terbilang aktif.

Sumber gempa yang berada di pusat permukiman ini dikhawatirkan bisa menimbulkan kerusakan masif jika tidak diantisipasi. (*)

Baca juga: Ini Alasan DKK Karanganyar Bikin Gerakan Sergap Nyamuk: Hingga Pekan 40 Sudah Ada 235 Kasus

Baca juga: Dimulai Pertengahan November 2021, Uji Coba Layanan Terpusat di MPP Karanganyar

Baca juga: Ketua Geng Motor di Kebumen Ditangkap Polisi, Ada Sabu 4,86 Gram di Rumahnya

Baca juga: Kakek Ini Dapat Rejeki Saat Diusir Polisi, Masuk Kantor Polres Kebumen Hendak Jualan Kemoceng

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved