Berita Solo
UNS Tugaskan Tim Penasihat Hukum Dampingi Mahasiswa yang Diperiksa Polisi Terkait Diklat Maut Menwa
Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Prof Jamal Wiwoho buka suara terkait meninggalnya mahasiswa UNS saat mengikuti diklatsar Menwa.
Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, SOLO - Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Prof Jamal Wiwoho buka suara terkait mahasiswa UNS, Gilang Endi Saputra, yang meninggal saat mengikuti kegiatan Diklatsar Menwa.
Prof Jamal pun menyampaikan permintaan maaf terkait adanya dugaan penganiayaan hingga membuat mahasiswa Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Sekolah Vokasi tersebut tewas.
Dia pun sangat menyesalkan terjadinya peristiwa yang tidak diharapkan semua pihak itu.
"Sikap UNS sangat jelas, yaitu mendukung upaya pengusutan dan penyelesaian kasus ini agar kebenaran dan keadilan ditegakkan bagi semua pihak," ucapnya saat jumpa pers di rumah pribadinya di Banjarsari, Solo, Rabu (3/11/2021).
Baca juga: Geledah Markas Menwa UNS, Polisi Sita Dokumen Terkait Diklatsar yang Tewaskan Gilang
Baca juga: Polda Jateng Asistensi Penanganan Kasus Diklat Maut Menwa UNS. Polisi Segera Panggil Saksi Ahli
Baca juga: UNS Solo Evaluasi Keberadaan Menwa: Sementara Dilarang Melakukan Aktivitas Apapun
Baca juga: Hasil Autopsi Jenazah Mahasiswa UNS Saat Diklat Menwa, Kapolresta Solo: Luka Karena Kekerasan Tumpul
Oleh karena itu, lanjut Prof Jamal, pihak UNS sangat mendukung dan kooperatif dengan upaya pengusutan yang sedang dilakukan kepolisian.
"Terkait proses penyidikan yang sedang dilakukan Polresta Surakarta, UNS menyediakan tim penasihat hukum untuk mendampingi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan yang dipanggil kepolisian untuk memastikan hak-hak mereka juga dilindungi," ungkapnya.
Dia menuturkan, sejak hari pertama peristiwa ini, perwakilan pimpinan UNS terus berkomunikasi secara langsung dengan keluarga korban.
"UNS juga telah menawarkan pendampingan dalam aspek kesehatan, terutama aspek psikologis, kepada keluarga. Dan keluarga menyambut baik tawaran ini," tuturnya.
Pihaknya telah menugaskan Tim UNS yang dipimpin dr I Gusti Bagus Indro Nugroho melakukan pendampingan dan konseling.
"Tim evaluasi masih terus mempelajari dokumen-dokumen yang relevan serta mewawancarai mahasiswa maupun pembina UKM Menwa," terangnya.
Menurutnya, proses kajian ini masih terus berjalan dan tim selalu melakukan kroscek informasi yang diperoleh untuk memastikan data atau informasi tersebut valid.
"Tim juga membuka kesempatan seluas-luasnya kepada semua pihak yang memiliki informasi valid yang relevan dengan kasus ini, untuk menyampaikan kepada tim," ujarnya. (*)
Baca juga: Wonosoco Diterjang Banjir, Bupati Kudus Tuding Kondisi Gundul Pegunungan Kendeng Jadi Pemicu
Baca juga: Belasan Warga di Tuban Hilang di Sungai Bengawan Solo, Hanyut saat Perahu Penyeberangan Terbalik
Baca juga: Salam dari Binjai Melanda Anak-anak di Salatiga: Tinju Pohon Pisang Warga di Domas hingga Ambruk
Baca juga: Jenazah TKW Asal Blitar Terkatung-katung di Taiwan, 1,5 Bulan Belum Bisa Dipulangkan