Berita Banyumas
Jelang Pilkades Serentak 15 Desember 2021, Polresta Banyumas Petakan Desa Rawan Konflik
Polresta Banyumas mencatat ada beberapa desa rawan konflik dalam pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak, 15 Desember 2021 mendatang.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Polresta Banyumas mencatat ada beberapa desa rawan konflik dalam pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak, 15 Desember 2021 mendatang.
Pilkades serentak bakal digelar di 27 desa di 14 kecamatan di Kabupaten Banyumas.
Kabag Ops Polresta Banyumas Kompol Aldino Agus Anggoro mengatakan, desa yang dianggap memiliki potensi konflik di antaranya Desa Kedungmalang, Kecamatan Sumbang.
Namun, status tersebut bisa terus berkembang hingga prosesi pemilihan atau hari H nanti.
Menghindari berbagai konflik yang terjadi, Polresta Banyumas bersama Kodim 0701 Banyumas, Satpol PP, Brimob, mulai mempersiapkan diri.
Baca juga: Korban Tanah Longsor dan Kebakaran di Banyumas Terima Bantuan dari Pemkab, Ada Seng dan Semen
Baca juga: Siswa SMK Swagaya 2 Purwokerto Antusias Bikin Mendoan, Ucap Syukur Mendoan Banyumas Jadi WBTb
Baca juga: Interkoneksi Banyumas Raya di Internasional Sudah Terjadi Sejak Zaman Hindu Budha, Ini Kata Mereka
Baca juga: Buruh Tani di Banyumas Cabuli Remaja Putri, Merayu saat Korban Petik Buah Kersen di Tepi Sawah
Bahkan, akan ada bantuan dari polres sekitar Banyumas.
"Bisa saja, saat ini tidak rawan, besok, menjelang pemilihan jadi rawan. Jadi, ada yang rawan, kita lakukan pendekatan jadinya tidak rawan pada saat menjelang pemilihan," ujarnya, Rabu (10/11/2021).
Menurutnya, pengkategorian rawan di antaranya pernah terjadinya konflik antar calon atau konflik lain di lingkungan desa tersebut.
"Tentunya, itu yang perlu kami lakukan pendekatan lebih. Nanti, selain pengamanan dari personel terpadu, ada juga backup dari kecamatan sekitar ke kecamatan yang tengah mengadakan pilkades."
"Memang, pilkades kali ini tidak seluruh kecamatan di Kabupaten Banyumas," imbuhnya.
Titik rawan ini, menurut Aldino, juga sedikit berbeda dari rawan tahun-tahun sebelumnya.
Pihaknya juga memperhitungkan rawannya lonjakan kasus Covid-19 saat pilkades nanti.
"Sekarang, rawannya bergeser, bertambahnya Covid-19. Namun, kami juga tetap mewaspadai kerawanan lain."
"Satreskrim akan memantau seperti tindakan money politic, black campaign, hingga perkelahian," terangnya. (Tribunbanyumas/jti)
Baca juga: Pemkab Purbalingga Bakal Lakukan Penyesuaian NJOP PBB untuk Tingkatkan PAD Tahun 2022
Baca juga: Atap 3 Ruang Kelas di SD Negeri 4 Jepon Blora Ambrol, Siswa Kembali Belajar secara Daring
Baca juga: 2 Hari 2 Malam Terombang-ambing di Samudera Hindia, Warga Ayam Putih Kebumen Selamat Berkat Bambu
Baca juga: Terciduk di Tempat Karaoke saat Tugas, Seorang Polisi Anggota Polres Kudus Terancam Sanksi Disiplin