Berita Jawa Tengah
Gempa Swarm di Salatiga Sekitarnya, Ahli Geologi Unsoed Purwokerto: Butuh Waktu Berhenti
Gempa swarm memiliki karakteristik dari yang lebih besar terlebih dahulu di awal atau bisa juga diawali dengan gempa kecil-kecil.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Gempa yang terus berlangsung di wilayah Ambarawa Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga dapat dikategorikan gempa jenis gempa swarm.
Meskipun memiliki kekuatan magnitudo yang kecil, tetapi masyarakat tetap harus mewaspadainya.
Pihak BMKG mencatat sudah ada sedikitnya 34 kali gempa di wilayah Ambarawa dan Salatiga.
Baca juga: Pria Penuh Luka di Depan RS Hermina Purwokerto Terindenfikasi, Namanya Risun Warga Desa Kembaran
Baca juga: Sudah Terjadi 24 Kali Gempa Susulan, BMKG Sebut Gempa Salatiga Ambarawa Masuk Kategori Swarm
Baca juga: Oknum Penasihat Hukum di Purwokerto Positif Sabu, Terjaring saat Razia BNNK Banyumas di Tempat Kos
Baca juga: Warga Ambarawa Semarang Pilih Dirikan Tenda, Gempa Susulan Terus Terjadi Hingga Petang Ini
Ahli Geologi Struktur Unsoed Purwokerto, Dr Ir Asmoro Widagdo mengatakan, penyebab gempa swarm berkaitan dengan transpor fluida, atau migrasi magma.
Lokasinya dekat rawa dan di daerah vulkanik serta gunung api.
"Jadi batuan dasar di situ adalah gunung api."
"Di sana ada aktivitas magma serta perpindahan magma dan tranpor fluida."
"Sehingga adanya perubahan batuan-batuan dan aktivitas magma serta mengalami rekahan-rekahan," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (26/10/2021).
Gempa di Ambarawa akan masih sering terjadi sampai keadaan di bawah sekitar dapur magma stabil.
"Nanti akan berhenti sendiri dan memang butuh waktu."
"Mungkin perlu waktu dan daerah gunung api sekitar situ perlu diidentifikasi dari gunung api yang mana," terangnya.
Ia menerangkan, gempa swarm memiliki karakteristik dari yang lebih besar terlebih dahulu di awal atau bisa juga diawali dengan gempa kecil-kecil.
"Jadi magma di bawah bergerak terus dan gerakan itu menimbulkan rekahan-rekahan yang menimbulkan seperti gempa-gempa itu," imbuhnya.
Pihaknya berpesan agar masyarakat selalu waspada dan kalau memungkinkan mencari tempat yang lebih aman dan keluar dari zona vulkanik.
Analisa zona vulkanik dapat dilihat dari tubuh gunung apinya, apakah ada runtuhan dan dimana lokasi dan persebarannya.