Breaking News:

Berita Jawa Tengah

Gempa Swarm di Salatiga Sekitarnya, Ahli Geologi Unsoed Purwokerto: Butuh Waktu Berhenti

Gempa swarm memiliki karakteristik dari yang lebih besar terlebih dahulu di awal atau bisa juga diawali dengan gempa kecil-kecil. 

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
KOMPAS.com/Dian Ade Permana
Warga RT 05 RW 05 Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang memasang tenda mengantisipasi adanya gempa susulan, Sabtu (23/10/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Gempa yang terus berlangsung di wilayah Ambarawa Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga dapat dikategorikan gempa jenis gempa swarm.

Meskipun memiliki kekuatan magnitudo yang kecil, tetapi masyarakat tetap harus mewaspadainya.

Pihak BMKG mencatat sudah ada sedikitnya 34 kali gempa di wilayah Ambarawa dan Salatiga. 

Baca juga: Pria Penuh Luka di Depan RS Hermina Purwokerto Terindenfikasi, Namanya Risun Warga Desa Kembaran

Baca juga: Sudah Terjadi 24 Kali Gempa Susulan, BMKG Sebut Gempa Salatiga Ambarawa Masuk Kategori Swarm

Baca juga: Oknum Penasihat Hukum di Purwokerto Positif Sabu, Terjaring saat Razia BNNK Banyumas di Tempat Kos

Baca juga: Warga Ambarawa Semarang Pilih Dirikan Tenda, Gempa Susulan Terus Terjadi Hingga Petang Ini

Ahli Geologi Struktur Unsoed Purwokerto, Dr Ir Asmoro Widagdo mengatakan, penyebab gempa swarm berkaitan dengan transpor fluida, atau migrasi magma.

Lokasinya dekat rawa dan di daerah vulkanik serta gunung api.

"Jadi batuan dasar di situ adalah gunung api."

"Di sana ada aktivitas magma serta perpindahan magma dan tranpor fluida."

"Sehingga adanya perubahan batuan-batuan dan aktivitas magma serta mengalami rekahan-rekahan," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (26/10/2021). 

Gempa di Ambarawa akan masih sering terjadi sampai keadaan di bawah sekitar dapur magma stabil.

"Nanti akan berhenti sendiri dan memang butuh waktu."

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved