Berita Kendal

Stok Vaksin untuk Dosis Dua Habis, Sekda Kendal: Tak Pengaruhi Jadwal Vaksinasi Dosis Pertama

Jadwal pemberian vaksinasi Covid-19 dosis dua di Kabupaten Kendal molor. Sekda Kendal Moh Toha mengatakan, hal ini terjadi lantaran stok vaksin habis.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: rika irawati
TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
ILUSTRASI. Petugas kesehatan sedang menyuntikkan vaksin kepada warga di Aula Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Selasa (13/7/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Jadwal pemberian vaksinasi Covid-19 dosis dua di Kabupaten Kendal molor.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kendal Moh Toha mengatakan, hal ini terjadi lantaran stok vaksin habis.

Menurut Toha, mayoritas stok vaksin yang habis adalah jenis Sinovac.

"Stoknya untuk dosis dua habis. Kabarnya, akan dikirim lagi, kami tunggu," terangnya, Minggu (31/10/2021).

Meski begitu, Toha memastikan, penyuntikan vaksinasi dosis satu tak terpengaruh.

Pihaknya pun terus menggenjot vaksinasi dosis pertama, khususnya bagi lansia.

Baca juga: Produk Hasil Membina Pelaku Usaha Muda Kendal Mulai Dikenalkan, Contohnya Kerupuk Gendar Majic

Baca juga: Charlie Hospital Kendal Tak Lagi Layani Tes PCR, Disebut Dampak Penyesuaian Biaya Kemenkes

Baca juga: Chacha Frederica: Kasus Stunting di Kendal Bukan Sekadar Masalah Ekonomi

Baca juga: Pekan Ini Kejar Lima Persen, Upaya Kebut Target Vaksinasi Lansia, Begini Instruksi Bupati Kendal

Toha mengatakan, vaksinasi kepada lansia Kendal belum tembus 60 persen dari total target.

"Untuk vaksinasi dosis satu, aman. Kami juga lagi kejar vaksin untuk lansia," ujarnya.

Sementara, target vaksinasi keseluruhan di Kabupaten Kendal sudah mencapai 70 persen lebih dari total sasaran 802.190 jiwa.

Saat ini, Pemkab Kendal fokus pada vaksinasi untuk lansia agar kekurangan 5 persen dari target 130 ribuan lansia tervaksin pada akhir bulan ini.

Bupati Kendal Dico M Ganinduto mengimbau kepada satuan pelayanan kesehatan supaya meningkatkan sasaran vaksinasi bagi lansia.

Pihaknya sudah meminta pemerintah desa dan kecamatan membantu tenaga kesehatan mencari sasaran lansia.

Dengan harapan, level PPKM Kendal membaik ke level 1 pada awal November.

"Target kami, level 1. Vaksin lansia ini jadi kendala," terangnya.

Baca juga: Diundang ke Bali, Kie Art School Purbalingga Tampilkan Kesenian Ujungan Berusia 111 Tahun

Baca juga: Hasil Survei LSIN, Lima Menteri Mendapat Penilaian Berkinerja Terbaik. Ini Nama-namanya

Baca juga: Dijuluki Ratu Ular, Nenek Asal Purwokerto Banyumas Kerap Bantu Warga Tangkap dan Koleksi 75 Ular

Baca juga: Viral Mobil Plat Merah Milik Dinkes Klaten Halangi Ambulans, Begini Kronologi dan Akhirnya

Sementara, kasus Covid-19 di Kabupaten Kendal tertahan di angka 15 kasus aktif.

Pergerakan kasus sempat turun drastis, menyisakan sembilan kasus aktif pada 24 Oktober lalu.

Namun, kembali terjadi peningkatan secara perlahan.

Kini, ada 10 kecamatan yang berstatus zero Covid-19.

Sedangkan 10 kecamatan lain, di antaranya Rowosari, Ringinarum, dan Gemuh, masih terdapat kasus Covid-19 aktif. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved