Berita Magelang

Ada Hadiah Ayam bagi Peserta Tertua dan Berulang Tahun di Vaksinasi Covid Mertoyudan Magelang

Vaksinasi Covid-19 bagi warga lanjut usia (lansia) di Kabupaten Terus digenjot, satu di antaranya di Desa Mertoyudan, Kecamatan Mertoyudan.

Editor: rika irawati
KOMPAS.COM/IKA FITRIANA
Mbah Sandi (80), peserta tertua vaksinasi Covid-19 massal di Balai Desa Mertoyudan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Kamis (28/10/2021), menerima hadiah ayam kampung dari panitia. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, MAGELANG - Vaksinasi Covid-19 bagi warga lanjut usia (lansia) di Kabupaten Terus digenjot, satu di antaranya di Desa Mertoyudan, Kecamatan Mertoyudan.

Untuk meningkatkan antusias warga, pemerintah desa menyediakan hadiah ayam kampung bagi peserta.

Penerimanya, Mbah Sandi (80), warga Dusun Maliyan, Kecamatan Mertoyudan.

Mbah Sandi mendapat ayam lantaran tercatat sebagai peserta vaksinasi tertua di antara peserta yang hadir, Kamis (28/10/2021).

Vaksinasi tersebut diinisiasi Pemerintah Desa Kalinegoro, bekerja sama dengan Masyarakat Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), Polres Magelang, dan PWI Kabupaten Magelang.

Baca juga: Laga Menguras Emosional di Magelang, Persita Tangerang Vs Persikabo 1973, Mitter Disuruh Minta Maaf

Baca juga: Hilang saat Turun Gunung Andong Magelang, Andi Ditemukan Selamat di Antara Semak Belukar di Jurang

Baca juga: Unggah Video Hoaks Penculikan Anak, Warga Magelang Dijemput Polisi Virtual Polda Jateng

Baca juga: Ganjar Gowes Menuju Magelang Pantau Vaksinasi Massal, Disebutnya Bagian Siapkan Sektor Pariwisata

Ketua Tim Penggerak PKK Desa Kalinegoro Yuyun Aimatussarifah mengatakan, sasaran prioritas vaksin Covid-19 ini adalah orang lanjut usia (lansia).

Sementara, hadiah yang diberikan merupakan upaya agar suasana vaksinasi tidak menegangkan.

"Hadiah ayam kampung untuk stimulus agar warga atusias mengikuti vaksin. Hadiah tesebut untuk peserta tertua dan yang sedang ulang tahun," jelas Yuyun, dikutip dari Kompas.com, Jumat (29/10/2021).

Yuyun menyebutkan, vaksinasi massal Covid-19 tersebut merupakan vaksin dosis pertama dengan sasaran sebanyak 1.000 orang.

Lansia menjadi prioritas karena dari 1.320 orang lansia di desanya, baru sekitar 27 persen yang telah menerima vaksin.

Menurutnya, ada kendala masih sedikitnya lansia yang tervaksin. Di antaranya, mayoritas lansia tidak memiliki kendaraan untuk menuju lokasi imunisasi.

"Lansia itu susah jalan, susah transportasi. Kalau mau dibonceng motor juga takut. Merasa kurang aman," kata Yuyun.

Sedikitnya jumlah lansia yang telah menerima vaksin juga karena kesulitan mendaftar pada aplikasi PeduliLindungi.

Baca juga: Korban Arisan Online Ambarawa Semarang Tunda Laporkan Bandar yang Kabur, Barang Bukti Masih Kurang

Baca juga: Patuh Turunkan Tarif Tes PCR, RSUD Kardinah Tegal Minta Pemerintah Juga Turunkan Harga Alat Reagen

Baca juga: Menwa UNS Dibekukan, Sekretariatnya Dibanjiri Poster dan Stiker Tuntutan Keadilan untuk Gilang

Baca juga: Ketua Geng Motor di Kebumen Ditangkap Polisi, Ada Sabu 4,86 Gram di Rumahnya

Kebanyakan lansia gagap mengoperasikan telepon pintar dan tidak bisa mendaftar vaksin secara online.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved