Breaking News:

Berita Semarang

Dosen USM Semarang Ciptakan Lampu Biopori untuk Taman atau Kebun, Begini Cara Kerjanya

Tiga dosen Teknik Elektro Universitas Semarang (USM) memberikan pelatihan pembuatan dan pemasangan lampu tanaman memanfaatkan biopori.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/ISTIMEWA/DOK DOSEN USM
Dosen Teknik Elektro USM Elfira Nureza Ardina (kedua kiri) memberikan lampu biopori secara simbolis kepada Nurtati, Kepala Desa Kenteng, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Tiga dosen Teknik Elektro Universitas Semarang (USM) memberikan pelatihan pembuatan dan pemasangan lampu tanaman memanfaatkan biopori.

Penggunaan renewable energy atau energi terbarukan ini dipraktikan untuk masyarakat di Desa Kenteng, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang.

Banyak dari masyarakat di Kenteng yang memiliki taman atau kebun tanaman lantaran usaha mereka menjual tanaman hias.

Seperti diketahui, tanah memiliki cukup banyak energi listrik, terutama tanah merah.

Inovasi ini dipraktikan dalam rangka Tridarma perguruan tinggi dengan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.

Tiga dosen Fakultas Teknik Elektro yang terlibat dalam proyek ini adalah Elfira Nureza Ardina, Erlinasari, dan Roni Kartika Pramuyanti.

"Pelatihan tersebut sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan tentang lampu biopori. Lampu biopori memiliki manfaat seperti mengurangi biaya listrik untuk penggunaan lampu taman, tanaman bunga," kata Elfira, dalam pesan tertulis, Jumat (22/10/2021).

Baca juga: Bisa Mencegah Penuaan Dini, Masker dari Daun Torbangun Dikenalkan Tim Dosen Prodi Farmasi Unissula

Baca juga: Selamat Kepada Dosen Teknik Sipil Polines Semarang, T Herry Ludiro Wahyono Jadi Ketua PII Jateng

Baca juga: Gunakan Sensor Warna, Kapal Selam Tanpa Awak Buatan Mahasiswa UNS Solo Siap Berkompetisi di UMM

Baca juga: Lewat Pameran, Mahasiswa Arsitektur UPGRIS Tawarkan Rumah dan Gedung Ramah Lingkungan

Menurutnya, selain ramah lingkungan, lampu biopori ini juga dapat membantu dalam peresapan air.

Prosesnya menggunakan atau melewati lubang yang ada pada lampu biopori.

Pelatihan dilaksanakan di aula Tempat Pengolahan Sampah Reuse Recyle Residu (TPS3R) Desa Kenteng yang dihadiri warga desa dan beberapa petani tanaman bunga.

"Kami memberikan materi dan peragaan dalam pembuatan lampu biopori. Selain itu, kami juga memberikaan dua contoh lampu biopori yang di pasangkan di halaman aula TPS3R," jelasnya.

Diharapkan, lewat pelatihan tersebut, warga dan petani tanaman bunga Desa Kenteng mendapatkan pengetahuan tentang lampu biopori.

"Sehingga, kedepannya, mereka dapat mengembangkan dan memberikan pengetahuan lampu biopori yang ramah lingkungan kepada desa lain sekitar Desa Kenteng," imbuhnya. (*)

Baca juga: Kirim Surat ke Manajemen, Pelatih Imran Nahumarury Ingin Mundur dari PSIS Semarang

Baca juga: Bupati Purbalingga Janji Genjot Vaksinasi di Kalangan Santri untuk Percepat PTM di Pondok Pesantren

Baca juga: Baru Dibeli dari Pasar Hewan, Sapi Warga Mojosongo Boyolali Mati Masuk Sumur. Evakuasi Butuh 1,5 Jam

Baca juga: Kesal Setoran Rp 2 Miliar Menguap, Member Arisan di Wonogiri Kirim Karangan Bunga ke Pengelola

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved