Breaking News:

Berita Solo

Gunakan Sensor Warna, Kapal Selam Tanpa Awak Buatan Mahasiswa UNS Solo Siap Berkompetisi di UMM

Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo ciptakan kapal cepat tak berawak.

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/MUHAMMAD SHOLEKAN
Kapal selam permukaan tak berawak bikinan mahasiswa UNS yang dikendalikan remot berjalan dengan mendeteksi warna, saat didemonstrasikan di danau UNS, Senin (18/10/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SOLO - Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo ciptakan kapal cepat tak berawak.

Pengembangan teknologi robotik ini akan diikutsertakan dalam lomba yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), mulai Kamis (21/10/2021) mendatang.

Rektor UNS Prof Jamal Wiwoho menyampaikan, mahasiswa yang ikut berkompetisi datang dari berbagai fakultas, di antaranya Fakultas Teknik (FT), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), dan Fakultas Ilmu Budaya (FIB).

"Saya mohon doa restunya, mahasiswa-mahasiswa UNS yang mengikuti bisa berlomba dengan baik dan mendapatkan juara," ungkapnya, Senin (18/10/2021).

Baca juga: Hanya Sekali Suntik, Begini Cara Kerja Vaksin Johnson and Johnson Menurut Dokter Patologi Klinis UNS

Baca juga: Sambut Kedatangan Presiden Jokowi Lewat Cara Bentangkan Poster, 7 Mahasiwa UNS Diamankan Polisi

Baca juga: Tipes Solo Jadi Kelurahan Damai, Ganjar: Bisa Digabungkan dengan Program Desa Inklusif

Baca juga: Tiga ASN Pemkot Solo Bikin Gibran Geram, Tepergok Makan di Warung saat Jam Kerja

Prof Jamal mengungkapkan, bulan depan, UNS juga akan menjadi tuan rumah robot terbang. Dia berharap dukungan dari banyak pihak.

"Agar semuanya bisa berjalan baik," tuturnya.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa yang mengikuti kompetisi, Tri Rahmaji mengungkapkan, tahun ini, tim UNS mengikuti dua event besar nasional.

Satu di antaranya, lomba autonomus yang mengangkat tema kapal selam permukaan. Kapal selam itu berjalan otomatis lewat cara deteksi warna.

"Jadi, ketika sampai finish, dia mendeteksi warna dengan cepat dan menembak. Kemudian, kapal kedua, yaitu full enginer remote control, tanpa awak, dikendalikan oleh remot menggunakan mesin 2 tak," terangnya.

Mahasiswa yang juga General Manager (GM) Bengawan Unmaned Vehicle itu menuturkan, ada juga kapal elektrik dengan kendali remot kontrol menggunakan komponen elektrik.

Baca juga: Anak Buruh Bangunan asal Karanglewas Banyumas Raih Medali Emas PON Papua, Warga Desa Pun Ikut Bangga

Baca juga: Oknum Penasihat Hukum di Purwokerto Positif Sabu, Terjaring saat Razia BNNK Banyumas di Tempat Kos

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Selasa 19 Oktober 2021: Rp 1.839.000 Per 2 Gram

"Kalau untuk pengaplikasian ke depan, bisa menjadi alternatif untuk pemberi pakan udang dan ikan di tambak," terangnya.

Bahkan, lanjut dia, dalam konteks riset, bisa dikembangkan dan diaplikasikan ke kapal besar.

"Karena kami membuat kapal ini dengan berbagai simulasi juga. Jadi, tidak semata-mata langsung kami buat, juga dengan perencenaan matang dan profesional," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved