Breaking News:

Berita Semarang

Lewat Pameran, Mahasiswa Arsitektur UPGRIS Tawarkan Rumah dan Gedung Ramah Lingkungan

Pemanasan globa jadi isu yang mendasari mahasiswa arsitektur UPGRIS merancang bangunan berkonsep ramah lingkungan.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DOK HUMAS UPGRIS
Rektor UPGRIS Muhdi melihat sejumlah maket rumah berkonsep ramah lingkungan buatan mahasiswa arsitektur UPGRIS yang dipamerkan di kampus tersebut, Jumat (1/10/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pemanasan global adalah tantangan besar yang harus mendapat perhatian dari semua kalangan.

Isu inilah yang menjadi dasar mahasiswa arsitektur Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) merancang bangunan berkonsep ramah lingkungan yang diwujudkan dalam proyek miniatur pada sebuah lanskap buatan.

Karya berbentuk miniatur gedung yang dibuat dengan konsep menghemat sumber daya namun tetap nyaman ditinggali itu kemudian dipamerkan.

"Kepedulian pada climate change memang harus tinggi. Bagi arsitektur, adalah satu kebutuhan global untuk merancang produk bangunan green building," kata Ketua Program Studi Arsitektur UPGRIS, Baju Arie Wibawa melalui keterangan tertulis, Jumat (1/10/2021).

Baca juga: Wali Kota Semarang Rilis 83 Sekolah Swasta Gratis Jenjang TK-SMP, Berikut Daftarnya

Baca juga: Tiga Karyawan Tempat Pijat Keracunan, Lokasinya di Kawasan Ngaliyan Square Semarang, Ini Ceritanya

Baca juga: Tak Puas Hasil Pengundian Kios dan Lapak, Pedagang Pasar Johar Temui Wali Kota Semarang

Baca juga: Petugas Lapas Semarang Temukan Bungkusan di Area Branggang, Saat Dibuka Berisi 195 Butir Pil Koplo

Menurutnya, arsitektur harus diakui sebagai satu faktor penyokong perubahan iklim.

Oleh karena itu, upaya menghambatnya harus terus dikampanyekan dan diparktikkan para calon arsitek.

"Kami melihat masalah global kaitannya dengan climate change, arsitektur punya dosa terbesar, punya peran menghasilkan gas karbondioksida paling besar dibandingkan yang lain. Makanya, ini jadi isu global," tegas Baju.

Langkah kongkrit yang kemudian ditempuh mahasiswa arsitektur ialah menciptakan gedung-gedung dengan konsep ramah lingkungan.

"Konsepnya, gedung ini bisa hemat pengeluaran sampai 60 persen dan ramah lingkungan. Hemat sumber daya dan di dalam ruangan tetap nyaman ditinggali," jelasnya.

Pameran produk studio tugas akhir mahasiswa arsitektur ini merupakan karya terbaik mahasiswa.

Pameran digelar hingga 5 Oktober 2021 di Gedung Pusat Lantai 2 UPGRIS.

"Ini pameran produk studio tugas akhir seri 6 dan 7. Di sini kami memmamerkan maket karya mahasiswa. Semua produk ini akan kami kumpulkan dalam buku. Ini produk mahasiswa untuk dapat gelar arsitektur," imbuhnya.

Baca juga: Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Iwan Gowes dari Purwokerto-Monumen Pancasila Sakti. Butuh 4 Hari

Baca juga: Diiming-imingi 2 Kambing, 1000 Warga Banyukuning Kabupaten Semarang Akhirnya Mau Divaksin Covid

Baca juga: Anda Suka Singkong? Kunjungi Kampung Singkong Argowiyoto Salatiga, Tersedia 23 Varian Makanan

Baca juga: Viral Video Kades Kalijunjar Banjarnegara Cabut Papan Reklame, Kesal Picu Gangguan Listrik

Sementara, Rektor UPGRIS Muhdi menyampaikan ucapan selamat serta apresiasi terhadap karya-karya mahasiswa arsitektur ini.

"Hasilnya sangat luar biasa dan menginspirasi berbagai daerah untuk mengembangkan rumah di daerahnya" jelas Muhdi.

Ia menyoroti berbagai maket gedung yang ramah lingkungan serta mengutamakan ruang terbuka hijau di setiap elemennya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved