Berita Semarang

Petugas Lapas Semarang Temukan Bungkusan di Area Branggang, Saat Dibuka Berisi 195 Butir Pil Koplo

Upaya penyelundupan narkotika berupa pil koplo ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang digagalkan.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DOK LAPAS SEMARANG
Petugas Lapas Semarang menunjukkan pil koplo yang berusaha diselundupkan ke dalam Lapas Semarang, Rabu (29/9/2021) malam. Penyelundupan dilakukan lewat cara barang dilempar dari luar ke dalam area lapas. 

TRIBUNBANYUMAS, SEMARANG - Upaya penyelundupan narkotika berupa pil koplo ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang digagalkan. Petugas mengamankan 195 butir pil Alprazolam atau pil koplo yang dilempar dari luar lapas, Rabu (29/9/2021) malam.

Kepala Lapas Semarang Supriyanto menjelaskan, upaya penyelundupan pil koplo itu diketahui petugas Lapas, Djoko Umbaryanto.

Saat itu, Djoko sedang melakukan kontrol keliling berkala di area branggang yang merupakan sekat antara tembok terluar, pada pukul 18.00 WIB.

"Saat kontrol keliling, petugas menemukan bungkusan mencurigakan. Bungkusan itu dilakban berwarna cokelat," kata Kepala Lapas Semarang, Supriyanto, dalam keterangannya, Kamis (30/9/2021).

Baca juga: Cegah Kebakaran seperti di Lapas Tangerang, Ini yang Dilakukan Lapas Semarang

Baca juga: Sidak Kamar Hunian Narapidana, Petugas Lapas Semarang Temukan HP dan Pisau Rakitan

Baca juga: Hujan 1 Jam, Kampung Cebolok Kota Semarang Sudah Terendam Banjir. Warga Minta Ada Perbaikan Drainase

Baca juga: Ada Sprayer Pendingin di Persimpangan Jalan Pemuda Kota Semarang, Semprotkan Air saat Cuaca Panas

Bungkusan tersebut diduga narkotika yang dilempar dari luar tembok. Namun, upaya tersebut gagal, bungkusan tidak sampai ke dalam blok hunian.

"Bungkusan itu ternyata adalah paket narkotika jenis Alprazolam atau obat penenang yang dikenal dengan pil koplo. Total ada 195 butir pil Alprazolam," jelasnya.

Saat ini, barang tersebut telah diserahkan ke Polrestabes Semarang untuk penyelidikan lebih lanjut.

Supriyanto mengakui, upaya penyelundupan ke dalam Lapas kerap terjadi.

Untuk mengantisipasi kejadian terus terulang, pihaknya telah memasang tembok pagar tambahan di area yang berdekatan langsung dengan jalan.

"Sehingga, jika terjadi lemparan dari luar, barang tersebut tidak akan sampai karena jarak tembok ke dalam blok hunian semakin jauh," paparnya.

Baca juga: Cegah Klaster Sekolah, RSUD Margono Soekarjo Purwokerto Banyumas Siapkan 10 Ribu Vaksin bagi Pelajar

Baca juga: Cerita Siswa SMP Negeri 4 Mrebet Purbalingga Jalani Karantina 10 Hari, Belajar Bareng saat Bosan

Baca juga: PTM di SMA Negeri di Margasari Tegal Dihentikan, Ada 2 Siswa Terkonfirmasi Positif Covid

Baca juga: Datangi DPRD Pati, Nelayan Minta Dewan Bersurat ke Presiden Mencabut PP 85/2021

Supriyanto mengatakan, akhir-akhir ini, pelemparan narkotika dari luar tembok Lapas lebih banyak dibandingkan upaya penyelundupan melalui depan lantaran skrining ketat yang dilakukan.

Setiap makanan ataupun barang bagi warga binaan dari luar, akan diperiksa seksama.

"Kami juga rutin melakukan razia, sepekan sekali. Namun, tidak menutup adanya razia secara insidentil jika ada informasi terkait peredaran narkoba di dalam Lapas," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved