Breaking News:

Berita Jateng

Cegah Kebakaran seperti di Lapas Tangerang, Ini yang Dilakukan Lapas Semarang

Petugas Lapas Kelas I Semarang menggelar sidak dan sosialisasi di blok hunian warga binaan, Rabu (8/9/2021).

Penulis: m zaenal arifin | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DOK Humas Lapas Semarang
Petugas Lapas Kelas I Semarang melakukan sidak dan sosialisasi kepada warga binaan pemasyarakatan, Rabu (8/9/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang menggelar inspeksi mendadak (sidak) dan sosialisasi di blok hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Rabu (8/9/2021).

Sidak ini dilakukan menyusul kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang yang menimbulkan 41 korban tewas.

Sidak juga dilakukan karena adanya edaran dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jawa Tengah Nomor: W13.PK.02.10.02-448 Tahun 2021 tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Gangguan Keamanan dan Ketertiban di UPT Pemasyarakatan.

Kepala Lapas Kelas I Semarang sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Tengah, Supriyanto mengatakan, sidak dan sosialisasi dimaksudkan meminimalkan potensi ancaman gangguan keamanan dan ketertiban agar menciptakan kondisi lapas yang kondusif.

"Kami lebih meningkatkan kewaspadaaan dan memperketat sistem pengamanan dan ketertiban instalasi kelistrikan di Lapas. Mensterilkan ketertiban instalasi kelistrikan di dalam blok hunian dan mengawasi penggunaan peralatan-peralatan yang berhubungan dengan kelistrikan," kata Supriyanto.

Baca juga: Lapas Kelas 1 Tangerang Terbakar, 41 Napi Tewas

Baca juga: 2 Napi WNA Jadi Korban Tewas Kebakaran di Lapas Tangerang, 81 Napi Selamat Dipindahkan

Baca juga: 500 Warga Binaan Lapas Kedungpane Semarang Dikarantina, Imbas 2 Petugas Lapas Positif Covid

Baca juga: 3 Bulan Napi di Lapas Kedungpane Tidak Boleh Dijenguk Begini Cara Napi Melepas Rindu dengan Keluarga

Supriyanto menjelaskan, upaya yang dimaksud yaitu melakukan upaya deteksi dini terhadap timbulnya gangguan keamanan dan ketertiban dengan melakukan penempatan petugas pengamanan pada pos-pos pengamanan.

"Kami juga meningkatkan frekuensi pengontrolan terhadap blok dan kamar hunian, melakukan penggeledahan rutin dan insidentil," jelasnya.

Tak hanya itu, Supriyanto mengatakan, pihaknya juga meningkatkan frekuensi pengontrolan setiap ruangan perkantoran, mencegah masuknya dan memusnahkan barang-barang yang diduga dapat dipergunakan untuk dirakit atau dibuat menjadi alat yang dapat menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban di Lapas.

"Misalnya, barang-barang yang bersangkutan dengan kelistrikan. Itu kami cegah," lanjut dia.

Di sisi lain, juga mengecek mengenai penggunaan kunci dan gembok setiap kamar serta meningkatkan kewaspadaan petugas regu jaga terhadap munculnya gangguan keamanan dan ketertiban akibat cuaca dan waktu malam hari. (*)

Baca juga: Anak Tega Bunuh Ibu di Cilacap, Polisi: Gunakan Sebilah Parang

Baca juga: Pemkab Banyumas Luncurkan Sipujamas, Aplikasi Berisi Daftar Terbaru Perusahaan dan Tenaga Kerja

Baca juga: Pandemi Covid Belum Berakhir, Bagaimana Nasib Dieng Culture Festival Tahun Ini?

Baca juga: Liga 1 Bisa Digelar di Luar Jakarta, PT LIB Pertimbangkan Kemungkinan Laga di Jawa Barat

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved