Breaking News:

Berita Banjarngara

Pandemi Covid Belum Berakhir, Bagaimana Nasib Dieng Culture Festival Tahun Ini?

Pandemi Covid 19 yang telah berjalan dua tahun lebih ini membuat agenda penyelanggaraan Dieng Culture Festival (DCF) terganggu.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DOK DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN BANJARNEGARA
Petugas menyemprot area wisata Dieng dengan disinfektan, saat menyambut uji coba akhir pekan lalu. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Pandemi Covid 19 yang telah berjalan dua tahun lebih ini membuat agenda penyelanggaraan Dieng Culture Festival (DCF) terganggu.

Padahal, DCF menjadi salah satu even nasional yang ditunggu wisatawan.

Berbagai even budaya yang dikemas selama tiga hari di dataran tinggi Dieng itu nyatanya mampu menyedot puluhan ribu wisatawan, setiap tahunnya.

Even itu sekaligus menggeliatkan pariwisata Dieng dengan perputaran uang yang besar.

Tapi, pandemi membuat panitia berpikir ulang untuk menggelar acara itu secara normal.

Di musim kemarau tahun 2020 lalu, saat pandemi masih melanda, DCF tetap di selenggarakan namun secara virtual.

Baca juga: Ditahan KPK, Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono Tetap Dipuji Warga Soal Pembangunan Infrastruktur

Baca juga: Banjarnegara Sudah Turun Level, Pekan Ini Semua Objek Bersiap Sambut Wisatawan

Baca juga: BPPKAD Banjarnegara Launching Empat Aplikasi, Berikut Nama dan Fungsinya

Baca juga: Pasca KPK Tahan Bupati Banjarnegara, Gubernur Ganjar: Jadi Momentum Mereformasi Diri

Rangkaian prosesi, termasuk pemotongan rambut gimbal anak Dieng, tetap diadakan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Bagaimana dengan DFC tahun ini?

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara Agung Yusianto mengatakan, DCF dimungkinkan tetap digelar tahun ini.

Tetapi, ia belum bisa memastikan, apakah DCF akan dilaksanakan secara virtual seperti tahun sebelumnya atau berlangsung dengan kehadiran wisatawan secara terbatas.

"Akan dilakukan tapi apakah virtual atau hadir langsung, belum diputuskan," kata Agung, Rabu (8/9/2021).

Menurut Agung, DCF secara offline dimungkinkan berlangsung mengingat Kabupaten Banjarengara telah berstatus level 2 dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyararakat (PPKM).

Di level tersebut, objek wisata diizinkan dibuka lagi bagi masyarakat umum dengan mematuhi protokol kesehatan dan syarat tertentu.

Menurut Agung, DCF telah menjadi ikon pariwisata Banjarnegara.

Bahkan, DCF sudah diakui Kementerian Pariwisata sebagai agenda nasional.

"Karena itu, untuk eksistensinya tetap harus dilaksanakan," katanya. (*)

Baca juga: Liga 1 Bisa Digelar di Luar Jakarta, PT LIB Pertimbangkan Kemungkinan Laga di Jawa Barat

Baca juga: 2 Napi WNA Jadi Korban Tewas Kebakaran di Lapas Tangerang, 81 Napi Selamat Dipindahkan

Baca juga: Belum Atau Menolak Vaksinasi Dosis Kedua, Ratusan Guru di Kudus Dilarang Mengajar

Baca juga: Geledah Rumah Warga Bergas, Anggota Polres Semarang Temukan Pohon Ganja di Atas Kamar Mandi

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved