Breaking News:

Korupsi Bupati Banjarnegara

Ditahan KPK, Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono Tetap Dipuji Warga Soal Pembangunan Infrastruktur

Bagi sebagian warga Banjarnegara, Budhi Sarwono mendapat pujian lantaran menggeber pembangunan infrastruktur sejak dilantik sebagai bupati.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DOK PEMKAB BAJARNEGARA
Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono (empat dari kiri) bercengkrama dengan sejumlah lansia saat meninjau proyek infrastruktur jembatan, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Jembatan Plipiran yang menghubungkan Kecamatan Madukara dengan Kecamatan Pagentan, Banjarnegara, menjadi proyek terakhir yang diresmikan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono sebelum ditetapkan tersangka kasus dugaan korupsi dan ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (3/8/2021).

Jembatan sepanjang 60 meter dengan lebar 7 meter tersebut diresmikan Budhi, sepekan sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Jumat (27/8/2021).

Semenjak memimpin Banjarnegara, Budhi Sarwono kerap mengundang kontroversi.

Bukan hanya beberapa kebijakannya berbeda dari kepala daerah lain, pernyataannya juga kerap mengundang perhatian.

Di antaranya, kebijakan mengizinkan warga Banjarnegara menggelar hajatan di tengah pandemi Covid-19, hingga pernyataan yang menyebut Menter Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan sebagai 'Menteri Penjahit".

Baca juga: Jumat Keramat KPK - Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono Tersangka Kasus Dugaan Korupsi

Baca juga: Bupati Banjarnegara Tantang KPK - Budhi Sarwono: Mohon Tunjukkan yang Memberi dan Kepada Siapa

Baca juga: Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Rp 2,1 Miliar Bersama Bupati Banjarnegara, Ini Sosok Kedy Afandi

Baca juga: Bupati Ditahan KPK, Wakil Bupati Banjarnegara Minta ASN Bekerja Biasa: Hilangkan Rasa Cemas

Bupati yang akrab disapa Wing Chin ini juga sempat viral saat mengeluhkan kecilnya gaji kepala daerah.

Sejak mencalonkan diri sebagai Bupati Banjarnegara berpasangan dengan Syamsudin, program yang ia tawarkan adalah terpenuhinya aksesibilitas masyarakat melalui pembangunan infrastruktur.

Lama berkecipung di dunia kontruksi, sepertinya membuat Budhi paham betul cara terbaik membangun infrastruktur.

Sementara, ia melihat, banyak masyarakat, terutama di desa terpencil, belum menikmati akses jalan yang bagus.

Budhi yang dikenal tak punya urat takut ternyata mudah menangis saat mendengar ironi kehidupan yang melanda rakyat kecil.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved