Berita Tegal
PTM di SMA Negeri di Margasari Tegal Dihentikan, Ada 2 Siswa Terkonfirmasi Positif Covid
Dua siswa di Kabupaten Tegal dinyatakan positif Covid-19 hasil tes antigen.
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, SLAWI - Dua siswa di Kabupaten Tegal dinyatakan positif Covid-19 hasil tes antigen. Tes tersebut dilakukan sebagai upaya Pemkat Tegal mendeteksi dini kasus Covid-19 di lingkungan sekolah selama pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.
Tes itu dilakuka secara acak kepada guru dan siswa di sekolah yang telah menggelar PTM terbatas.
Bupati Tegal Umi Azizah yang juga menjabat sebagai ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal ini mengungkapkan, dua pelajar tersebut berasal dari satu SMA negeri di Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal.
"Belum lama ini, kami mengadakan swab acak di SMA negeri di daerah Margasari, dari sampling 30 siswa, hasilnya, dua positif Covid-19 dan 28 siswa lain negatif."
"Untuk menekan risiko penyebaran (Covid-19), akhirnya sekolah tutup selama 14 hari dan melanjutkan pembelajaran secara daring," ungkap Umi, di Slawi, Rabu (29/9/2021).
Baca juga: Amankah Vaksin Covid-19 Bagi Pasien Jantung? Begini Penjelasan Dokter RSUI Harapan Anda Tegal
Baca juga: Cerita Teguh Polisi Militer di Tegal Bangun Tempat Fitness, Gunakan Gaji Hingga Jual Aset Istri
Baca juga: Tes SKD CPNS 2021 Pemkab Tegal Mulai Digelar, 1 Peserta Absen di Hari Pertama karena Positif Covid
Baca juga: Oktober, Perkiraan Awal Musim Penghujan di Tegal Raya, Berikut Penjelasan BMKG
Setelah ditemukan dua siswa positif Covid-19, lanjut Umi, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tegal langsung melakukan tracing atau pelacakan kepada kontak erat kedua siswa itu.
Dari 20 orang kontak erat, semuanya menunjukkan hasil negatif Covid-19.
Selain di SMA negeri Margasari, tim juga melakukan tes acak di SMP Negeri 1 Margasari. Hasilnya, dari sampling 15 siswa yang diambil, semuanya dinyatakan negatif Covid-19.
Selain itu, tes acak juga berlangsung di SMP Negeri 1 Adiwerna. Hasil semuanya juga negatif Covid-19.
"Jadi, tiap sekolah diambil sampel antara 10-15 orang, jumlah tersebut terdiri dari siswa dan guru. Tes acak ini sebagai evaluasi berlangsungnya pembelajaran tatap muka (PTM) juga namun sejauh ini saya baru menerima dua laporan siswa yang positif Covid-19 sisanya negatif," terang Umi.
Umi menilai, kesadaran masyarakat mengenai protokol kesehatan semakin meningkat, terutama untuk memakai masker saat keluar rumah atau beraktivitas.
Baca juga: Datangi DPRD Pati, Nelayan Minta Dewan Bersurat ke Presiden Mencabut PP 85/2021
Baca juga: Rampung Jalani Karantina 10 Hari, 66 Siswa SMP Negeri 4 Mrebet Purbalingga Akhirnya Pulang
Baca juga: Makin Cantik! Dinding Museum RA Kartini Dihiasi Mural Perupa Jepara
Baca juga: 50 Ton Kertas di Pabrik Kertas di Kudus Terbakar, Api Diduga Muncul Akibat Cuaca Panas dari Gesekan
Saat memantau secara langsung kegiatan vaksinasi Covid-19 di desa-desa, Umi mengatakan, warga sangat antusias.
Hal tersebut bisa dilihat dari jumlah orang yang mendaftar melebihi target yang ditentukan.
"Saya akan terus memantau secara langsung, terutama pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang memang sedang kami gencarkan. Alhamdulillah, warga semakin antusias dan harapan saya target 50-70 persen warga Kabupaten Tegal tervaksin bisa segera tercapai," ujarnya. (*)