Breaking News:

Berita Bisnis

Ini Perintah Presiden Jokowi ke OJK setelah Mendengar Banyak Warga Terjerat Pinjol

Kabar banyaknya warga yang menderita akibat terjerat pinjaman online (pinjol) sampai ke Presiden Joko Widodo.

Editor: rika irawati
KONTAN/Muradi
Ilustrasi Fintech. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Kabar banyaknya warga yang menderita akibat terjerat pinjaman online (pinjol) sampai ke Presiden Joko Widodo.

Terkait kondisi tersebut, Presiden Jokowi meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuat mitigasi risiko kuat.

Hal ini disampaikan Presiden Jokowi dalam gelaran pembukaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Virtual Innovation Day 2021, Senin (11/10/2021).

Acara ini juga dihadiri Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso.

Menurut Jokowi, percepatan pertumbuhan industri pinjaman online (pinjol) di Indonesia diikuti banyaknya tindak kejahatan berupa penipuan yang merugikan masyarakat.

"Saya mendengar, masyarakat bawah yang tertipu dan terjerat bunga tinggi oleh pinjaman online (pinjol), yang ditekan dengan berbagai cara untuk mengembalikan pinjaman," kata Jokowi, Senin (11/10/2021).

Baca juga: ASN di Pemkab Boyolali Terjerat Pinjol, Berawal Utang Rp 900 Ribu Membengkak Jadi Rp 75 Juta

Baca juga: Karyawan Indomart di Tegal Coba Rampok 2 Alfamart untuk Bayar Pinjol, Gagal setelah Pegawai Teriak

Baca juga: OJK Tegal Sebut 90 Persen Pengaduan Kaitannya Pinjol Ilegal, Ini Imbauan Ludy Arlianto

Baca juga: Awas! Satgas Waspada Investasi Temukan 120 Pinjol dan Inestasi Bodong. Simak Daftar Berikut

Oleh karenanya, Jokowi meminta OJK menjaga momentum pertumbuhan industri jasa keuangan digital, dengan menciptakan ekosistem pinjol yang bertanggung jawab serta memiliki mitigasi risiko kuat.

"Jika kita kawal secara cepat dan tepat, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi raksasa digital, setelah China dan India, dan bisa membawa kita menjadi ekonomi terbesar dunia ketujuh di 2030," ujarnya.

Selain memiliki mitigasi risiko yang kuat, OJK juga diminta mendorong inklusi yang dibarengi literasi keuangan agar tercipta ekosistem pembiayaan keuangan yang bisa diakses oleh berbagai pihak.

"Agar kemajuan inovasi keuangan digital memberikan manfaat kepada masyarakat luas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif," ucap Jokowi.

Sebelumnya, OJK mengatakan, semua pihak harus bersama-sama membasmi pinjaman online (pinjol) ilegal karena kerap meresahkan masyarakat.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam jumpa pers Penandatanganan Pernyataan Bersama dalam Rangka Pemberantasan Pinjol Ilegal, Jakarta, Jumat (20/8/2021).

"Pinjaman online ilegal harus kita basmi bersama karena pelaku pinjaman online ilegal membebani dan merugikan masyarakat," ujarnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Banyak Masyarakat Terjerat Bunga Tinggi Pinjol, Ini Perintah Jokowi ke OJK".

Baca juga: Gadis Cilik di Ajibarang Banyumas Jalani Ritual Potong Rambut Gimbal, Minta Mobil sebagai Syarat

Baca juga: Warga Semarang Ditangkap Polres Sragen, Tebang 77 Pohon Milik Perhutani Tanpa Izin

Baca juga: Cari Makanan Tradisional Kudus? Datang Saja ke Sarguge Desa Menawan, Hadir setiap Minggu Wage

Baca juga: Vedha Syukuri Kehadiran Ian Gillan, Pemain Muda PSIS Semarang Ini Nambah Ilmu dari Pelatih Asing

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved