Berita Kudus

Uang Rp 5,8 Miliar di Rekening Hilang Diduga Dibobol, Warga Kudus Gugat Bank BUMN ke Pengadilan

Seorang nasabah Bank Mandiri asal Kudus melaporkan adanya pembobolan rekening senilai Rp 5,8 miliar.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/RIFQI GOZALI
Humas II Pengadilan Negeri Kudus, Dewantoro, menunjukkan salinan gugatan kasus dugaan pembobolan rekening, Kamis (7/10/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS – Seorang nasabah Bank Mandiri asal Kudus melaporkan adanya pembobolan rekening senilai Rp 5,8 miliar.

Terkait kejadian ini, nasabah atas nama Moch Imam Rofi'i mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Kudus lantaran merasa tak melakukan transaksi sebesar itu.

Rencananya, sidang pertama dengan agenda menghadirkan kedua belah pihak akan berlangsung pada 20 Oktober 2021.

"Akan disidangkan dua pekan depan, tepatnya Rabu, 20 oktober 2021. Karena pengacara penggugat kalau tidak salah, dari Semarang. Dua pekan lagi baru sidang pertama. Agenda menghadirkan para pihak," ujar Humas II Pengadilan Negeri Kudus, Dewantoro, Kamis (7/10/2021).

Baca juga: Lima Pebulu Tangkis PB Djarum Kudus Perkuat Skuad Thomas Cup Indonesia, Ini Harapannya

Baca juga: NIK Belum Aktif, Seribuan Warga Gebog Kudus Gagal Dapat Vaksin Covid

Baca juga: Kudus Deflasi 0,03 Persen Sepanjang September 2021, Berikut Penyebabnya Menurut BPS

Baca juga: Di Tangan Warga Dawe Kudus, Spon Limbah Sepatu Disulap Jadi Siluet Wajah. Harga Mulai Rp 250 Ribu

Jika dalam sidang pertama itu kedua belah pihak hadir maka pengadilan akan mengupayakan mediasi.

"Kalau para pihak, misalnya tergugat tidak hadir, akan dipanggil sekali lagi," kata dia.

Gugatan dengan klasifikasi perkara perbuatan melanggar hukum itu, kata Dewantoro, tercatat dalam nomor perkara 59/Pdt.G/2021/PN Kds.

"Pengadilan Negeri Kudus juga telah menetapkan hakimnya," jelas Dewantoro.

Hakim yang akan mengadili perkara tersebut, katanya, yakni hakim ketua Ahmad Bukhori, hakim anggota 1 Galih Bawono, dan hakim anggota 2 Rudi Hartoyo.

Dewantoro melanjutkan, dalam perkara tersebut, pengugat Moch Imam Rofi’i melakukan gugatan kepada Bank Mandiri Persero Tbk Pusat Cq PT Bank Mandiri Persero Tbk Kantor Cabang Kudus.

Isi petitum dalam gugatan tersebut, katanya, bahwa Bank Mandiri telah melakukan perbuatan melanggar hukum yang mengakibatkan penggugat mengalami kerugian sebesar Rp 5,8 miliar.

Kemudian, ada kerugian imateriel perubahan psikologi penggugat karena merasa kehilangan uang yang dipercayakan kepada tergugat.

"Jadi, menurut penggugat, kerugian imaterielnya Rp 50 miliar. Total kerugian, menurut penggugat, yang wajib ditanggung oleh tergugat adalah sebesar Rp 55,8 miliar,” kata dia.

Baca juga: Tim Sepak Bola Jateng Pulang Tanpa Bawa Medali PON Papua, Asprov PSSI Jateng Minta Maaf

Baca juga: Warga Tumanggal Purbalingga Geger, Temukan Motor Tergeletak di Kebun tapi Pengendara Hilang

Baca juga: Ruang Ganti Stadion Manahan Solo Rusak Usai Laga PSG Pati vs PSCS Cilacap, Ini Kata Wali Kota Gibran

Baca juga: Cerita Dibalik Kamp Isolasi Gerwani Era G30S di Batang: Sukarni Kecil Suka Nonton Mereka Main Wayang

Sementara, saat dikonfirmasi, Kepala Cabang Mandiri Kudus Prasetyono mengatakan, kasus tersebut telah diteruskan dan akan ditangani kantor pusat.

"Terkait dengan pemberitaan, sudah diteruskan ke kantor pusat. Mereka yang akan memberikan corporate statement," ujar Prasetyono, Kamis.

Hanya saja, kata dia, pihaknya telah mengetahui jika ada gugatan ke Pengadilan Negeri Kudus terkait kasus hilangnya Rp 5,8 miliar.

Gugatan tersebut dilayangkan oleh Moch Imam Rofi'i.

"(Pemberitahuan dari Pengadilan Negeri Kudus) sudah. Hari ini," katanya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved